IKAMADA Gelar Festival Budaya Manggarai di TMII, 2 Agustus
BREAKING NEWS — Festival Budaya Manggarai siap menyapa publik di ibu kota. Ikatan Keluarga Manggarai DKI Jakarta (IKAMADA) mengonfirmasi perhelatan akbar ini akan berlangsung di Anjungan Nusa Tengga...
BREAKING NEWS — Festival Budaya Manggarai siap menyapa publik di ibu kota. Ikatan Keluarga Manggarai DKI Jakarta (IKAMADA) mengonfirmasi perhelatan akbar ini akan berlangsung di Anjungan Nusa Tenggara Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), pada 2 Agustus mendatang. Acara ini diklaim sebagai upaya pelestarian sekaligus perkenalan tradisi leluhur Manggarai kepada khalayak luas.
Lebih dari 500 penari dan musisi tradisional dikabarkan bakal ambil bagian. Pertunjukan seni seperti tarian Caci, Sanda, hingga musik Sasando dan Gong Waning menjadi suguhan utama. “Kami ingin membuktikan bahwa warisan Manggarai tidak kalah memukau dan patut dibanggakan,” ujar ketua panitia yang berhasil dikonfirmasi pagi ini. Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan diprediksi berlanjut hingga malam.
Panggung Pelestarian Budaya
Festival ini tidak sekadar panggung hiburan. IKAMADA merancang seluruh kegiatan untuk mendidik generasi muda tentang pentingnya menjaga identitas budaya. Pengunjung dapat belajar langsung dari maestro tari dan pembuat alat musik tradisional yang sengaja didatangkan dari Flores. “Ini tanggung jawab kolektif agar budaya tidak punah tergerus zaman,” tegas juru bicara IKAMADA. Selain pertunjukan, puluhan stan kuliner dan kerajinan siap memanjakan pengunjung. Aneka makanan khas seperti jagung bose, rebok, dan kopi Manggarai dipastikan menjadi buruan.
Fakta Kunci Festival
- Tanggal: 2 Agustus, mulai 08.00 hingga 22.00 WIB
- Lokasi: Anjungan NTT, TMII, Jakarta Timur
- Pengisi Acara: 500+ seniman dari sanggar di Flores dan Jakarta
- Tiket: Gratis dan terbuka untuk umum
Seni tradisional Manggarai memang sarat makna. Caci, tarian perang dengan cambuk dan perisai, menjadi magnet utama. Para penari akan menunjukkan ketangkasan menyerang sekaligus menangkis, diiringi dentuman gong dan gendang yang menghipnotis. Sementara itu, tari Sanda merepresentasikan sukacita masyarakat agraris dalam balutan busana penuh warna. “Caci sudah mendunia. Kami ingin anak-anak ibu kota jatuh hati pada budaya sendiri,” jelas seorang budayawan yang turut mendukung acara ini.
Masyarakat Manggarai di perantauan sudah tidak sabar menyambut momen ini. “Kami rindu suasana kampung. Festival ini seperti pesta rakyat mini yang membawa Flores ke Jakarta,” ungkap seorang warga Manggarai yang bermukim di Cibubur. Pemerintah Provinsi NTT pun memberikan dukungan penuh. Seorang pejabat Dinas Kebudayaan NTT menyatakan apresiasi terhadap IKAMADA yang konsisten menjaga api budaya tetap menyala di ibu kota. Harapannya, festival serupa dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas bangsa.
Panitia telah berkoordinasi intensif dengan pengelola TMII dan aparat keamanan setempat. Tim medis disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan pengunjung. “Kenyamanan dan keamanan prioritas utama. Jangan lewatkan kesempatan menikmati kekayaan Manggarai secara langsung,” ajak panitia. Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, Anjungan NTT di TMII menjadi destinasi wajib pada 2 Agustus untuk menyaksikan langsung perpaduan magis antara tradisi, seni, dan semangat komunitas.
Comments (0)