Sep 17, 2026
Nasional

IHSG Sesi I Melemah 0,76 Persen Akibat Ketegangan Geopolitik Global

JAKARTA, Beritatercepat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tergelincir ke zona merah pada perdagangan sesi I hari ini. Ind

IHSG Sesi I Melemah 0,76 Persen Akibat Ketegangan Geopolitik Global

JAKARTA, Beritatercepat.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tergelincir ke zona merah pada perdagangan sesi I hari ini. Indeks komposit ditutup melemah 0,76 persen, didorong oleh kombinasi sentimen domestik terkait arah kebijakan fiskal serta eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu sikap kehati-hatian investor.

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG langsung menunjukkan tren pelemahan di tengah derasnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap). Pelemahan ini sejalan dengan tren bursa regional Asia yang mayoritas bergerak fluktuatif cenderung melemah.

Kronologi Pergerakan Pasar Sesi I

Pergerakan IHSG sepanjang paruh pertama perdagangan hari ini terpantau berada di bawah tekanan konstan dengan urutan peristiwa sebagai berikut:

  1. Pukul 09.00 WIB: IHSG dibuka melemah ke posisi awal perdagangan dengan penurunan sekitar 0,35 persen seiring sentimen negatif dari penutupan bursa global semalam.
  2. Pukul 10.15 WIB: Tekanan jual meningkat signifikan, terutama melanda sektor perbankan dan energi, mendorong indeks turun lebih dalam hingga menembus koreksi 0,60 persen.
  3. Pukul 11.30 WIB: Menjelang akhir sesi, IHSG menyentuh titik terendah hariannya sebelum akhirnya terkunci di posisi penurunan 0,76 persen pada saat bel penutupan sesi I berbunyi pada pukul 12.00 WIB.

Faktor Pemicu Pelemahan Indeks

Para pelaku pasar menyoroti dua katalis utama yang menekan laju indeks pada perdagangan hari ini:

  • Ketegangan Geopolitik Timur Tengah: Memanasnya situasi keamanan di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global serta memicu lonjakan harga minyak mentah. Kondisi ini mendorong investor global beralih ke aset lindung nilai (safe haven) seperti emas dan dolar AS.
  • Penyesuaian Kebijakan Fiskal Domestik: Pelaku pasar dalam negeri tengah mencermati arah transisi kebijakan fiskal pemerintah, termasuk proyeksi defisit anggaran dan implementasi belanja negara untuk sisa tahun berjalan.
"Pasar saham sedang berada dalam fase konsolidasi defensif. Investor cenderung menahan likuiditas sambil mengantisipasi dampak rambatan konflik geopolitik global terhadap inflasi impor dan nilai tukar rupiah," ungkap analis pasar modal dalam riset hariannya.

Prospek Pergerakan pada Sesi II

Memasuki sesi II perdagangan, IHSG diperkirakan masih akan bergerak dalam rentang konsolidasi melemah dengan level support terdekat yang krusial. Tekanan diproyeksikan mereda jika terdapat aksi beli selektif (bargain hunting) pada saham-saham yang valuasinya sudah terdiskon cukup dalam.

Pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan manajemen risiko, menjaga porsi kas tetap fleksibel, dan memfokuskan portofolio pada emiten yang memiliki fundamental solid serta ketergantungan minimal terhadap fluktuasi nilai tukar valuta asing.

IHSG ditutup terkoreksi pada paruh pertama perdagangan akibat eskalasi ketegangan Timur Tengah dan penantian arah kebijakan fiskal baru. Simak ulasan kronologis dan proyeksi sesi II selengkapnya di Beritatercepat.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User