IHSG Cetak Reli 5,03%, Saham BUMN Kompak Terbang

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (15/6/2026) dengan penguatan signifikan hingga menembus level 6.300. Berdasarkan pantauan med

Jul 08, 2026 - 00:52
0 0
IHSG Cetak Reli 5,03%, Saham BUMN Kompak Terbang

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (15/6/2026) dengan penguatan signifikan hingga menembus level 6.300. Berdasarkan pantauan media kami, IHSG melonjak 5,03% ke posisi 6.309,73 dari level pembukaan di 6.118,72. Lonjakan ini terjadi di tengah optimisme pasar yang kembali bergelora, sekaligus mengonfirmasi tren positif yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Perdagangan Ramai, Volume Tembus Puluhan Miliar

Sepanjang sesi I, volume perdagangan tercatat sangat tinggi, mencapai 33,25 miliar saham yang berpindah tangan. Nilai transaksi pun menembus Rp 17,20 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai 1.928.752 kali. Angka ini mencerminkan minat investor yang luar biasa, terutama dari domestik, terhadap saham-saham unggulan.

Saham BUMN Jadi Motor Penguatan

Yang menarik perhatian adalah performa saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang secara kompak terbang tinggi. Saham perbankan pelat merah seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan kenaikan tajam, didorong oleh sentimen positif terhadap kepastian kebijakan dividen dan kinerja fundamental yang kokoh. Sementara itu, saham konstruksi seperti Waskita Karya (WSKT) dan Wijaya Karya (WIKA) juga ikut terdorong harapan akan percepatan proyek infrastruktur nasional.

Laporan dari lantai bursa menyebutkan bahwa aksi borong investor asing mulai terlihat, setelah beberapa hari sebelumnya terjadi tekanan. Sinergi antara pemodal lokal dan asing ini menjadi katalis kuat bagi lonjakan indeks. Analis yang dihubungi media kami memperkirakan bahwa reli ini dapat berlanjut ke sesi kedua apabila sentimen makroekonomi domestik tetap terjaga, terutama setelah rilis data neraca perdagangan yang diproyeksi surplus.

Prospek Sesi Kedua

Dengan posisi IHSG yang kini bertengger di 6.309,73, pelaku pasar akan mencermati level resisten berikutnya di 6.350 hingga 6.400. Jika sesi kedua nanti mampu mempertahankan momentum, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali mencatat rekor baru di tahun ini. Para investor disarankan untuk tetap selektif dan mencermati saham-saham yang memiliki fundamental kuat agar dapat memanfaatkan peluang dari tren penguatan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User