Ibu Hamil Tewas Kena Peluru OPM, Komnas Perempuan Minta Pengusutan Independen
Jakarta - Beritatercepat.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendesak agar kasus tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD akibat terkena peluru nyasar di Distri
Jakarta - Beritatercepat.com - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mendesak agar kasus tewasnya seorang ibu hamil berinisial MD akibat terkena peluru nyasar di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, diusut secara tuntas dan independen. MD yang sedang mengandung meninggal dunia setelah terkena tembakan dalam insiden baku tembak antara TNI dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Senin (6/6/2026).
Komisioner Komnas Perempuan, Yuni Asriyanti, menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan dugaan pelanggaran serius terhadap hak-hak perempuan atas hidup, rasa aman, dan kesehatan. Komnas Perempuan menekankan kewajiban negara untuk menjamin penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas, serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai hukum.
Peristiwa ini merupakan dugaan pelanggaran serius terhadap hak perempuan atas hidup, rasa aman, dan kesehatan. Komnas Perempuan menegaskan kewajiban negara untuk menjamin penyelidikan yang independen, imparsial, menyeluruh, dan transparan guna mengungkap fakta, memastikan akuntabilitas dan pemulihan bagi keluarga korban, serta menindak pihak yang terbukti bertanggung jawab sesuai hukum.
Pernyataan tersebut disampaikan Yuni Asriyanti melalui keterangan tertulis yang diterima media kami pada Senin (6/6/2026). Komnas Perempuan menambahkan bahwa perlindungan terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak, harus menjadi prioritas dalam segala situasi, termasuk di daerah konflik.
Kronologi Kejadian dan Klarifikasi TNI
Berdasarkan laporan dari aparat keamanan yang dikumpulkan media kami, insiden bermula saat personel TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata OPM di wilayah Sugapa. Di tengah baku tembak, seorang ibu hamil yang sedang berada di area sekitar menjadi korban peluru nyasar. Jenazah MD kemudian dievakuasi oleh aparat TNI dari lokasi kejadian dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Komandan Kodim setempat menyatakan duka cita mendalam atas jatuhnya korban dari kalangan warga sipil. Otoritas militer menegaskan bahwa tembakan yang mengenai korban berasal dari arah posisi OPM yang diduga sengaja melakukan serangan dari dekat pemukiman warga. Pihak TNI berjanji akan mendukung penuh proses penyelidikan yang transparan.
Komnas Perempuan mengingatkan bahwa berdasarkan hukum humaniter internasional dan prinsip hak asasi manusia, seluruh pihak yang bertikai memiliki kewajiban mutlak untuk melindungi warga sipil dari dampak konflik bersenjata. Lembaga ini secara khusus meminta agar investigasi terhadap insiden ini dilakukan oleh tim independen yang melibatkan unsur Komnas HAM dan masyarakat sipil, sehingga dapat diperoleh fakta yang utuh dan imparsial.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak OPM maupun Pemerintah Daerah Papua Tengah terkait insiden tersebut. Komnas Perempuan mendesak agar keluarga korban segera mendapat pendampingan hukum dan psikologis, serta negara bertanggung jawab penuh dalam menjamin keadilan bagi MD yang merupakan salah satu dari sekian banyak warga sipil yang menjadi korban konflik di Tanah Papua.
Comments (0)