Ibu di Bogor Simpan Mayat Bayi di Lemari Selama Lima Hari
BOGOR — Seorang ibu menyembunyikan jenazah bayinya di lemari pakaian rumah sendiri di Bogor. Mayat malang itu ia simpan selama lima hari setelah melahirkan sendirian di toilet Pasar Minggu, Jakarta....
BOGOR — Seorang ibu menyembunyikan jenazah bayinya di lemari pakaian rumah sendiri di Bogor. Mayat malang itu ia simpan selama lima hari setelah melahirkan sendirian di toilet Pasar Minggu, Jakarta.
Perbuatan keji ini terungkap setelah tetangga mencium bau busuk yang semakin menyengat. Warga melapor ke ketua RT, lalu aparat kepolisian mendatangi lokasi dan mendobrak rumah SSA. Di dalam lemari, polisi menemukan jasad bayi dalam kondisi membusuk.
Kronologi Tragis
Berdasarkan penyelidikan awal, SSA melahirkan seorang diri di toilet umum Pasar Minggu tanpa bantuan tenaga medis. Ia kemudian membawa pulang bayi yang telah tak bernyawa ke kediamannya di Bogor. Selama lima hari berturut-turut, mayat itu disembunyikan di balik tumpukan pakaian dalam lemari.
Penemuan terjadi pada malam hari ketika aroma tidak sedap semakin tajam. Warga yang curiga langsung melapor. Saat petugas tiba, SSA sempat menghalangi, namun akhirnya lemari dibuka paksa.
Fakta Penting
Pelaku: Perempuan berinisial SSA, warga Bogor.
Tempat Melahirkan: Toilet di area Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Durasi: Lima hari mayat disimpan dalam lemari pakaian.
Pemicu Terbongkar: Bau busuk yang dikeluhkan warga sekitar.
Barang Bukti: Lemari, pakaian, dan perlengkapan bayi diamankan.
Penyelidikan Mendalam
Polisi masih mendalami motif di balik tindakan ini. Dugaan sementara mengarah pada depresi pascamelahirkan atau upaya menutupi kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, penyidik belum mengeluarkan pernyataan resmi karena menunggu hasil autopsi.
“Kami akan memeriksa kondisi psikologis tersangka dan menunggu hasil visum untuk memastikan ada tidaknya kekerasan,” ujar seorang penyidik. SSA terancam pasal penelantaran anak dan penyembunyian mayat dengan ancaman hukuman berat.
Guncangan Warga
Masyarakat di sekitar lokasi mengaku terkejut. “Sehari-hari dia pendiam, tidak pernah ada masalah,” kata seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya. Kejadian ini mengguncang lingkungan yang selama ini dikenal tenang.
Pihak berwenang mengimbau ibu hamil yang tidak mendapat dukungan keluarga agar mencari bantuan. Kasus ini dinilai sebagai alarm perlunya layanan konseling dan pendampingan psikologis bagi perempuan hamil di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Saat ini SSA menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bogor. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan lembaga terkait untuk penanganan psikologis tersangka. Proses hukum terus berjalan, dan kasus ini menjadi sorotan publik.
Comments (0)