Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dianiyaya hingga Tewas di Malaysia

Seorang perempuan warga negara Indonesia asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), diduga menjadi korban penganiayaan keji di Selangor, Malaysia. Korban yang tengah mengandung dilaporkan mengalami

Jul 08, 2026 - 19:22
0 0
Ibu Asal Aceh dan Bayinya Diduga Dianiyaya hingga Tewas di Malaysia

Seorang perempuan warga negara Indonesia asal Aceh Tamiang, Putri Hensy Aprilda (22), diduga menjadi korban penganiayaan keji di Selangor, Malaysia. Korban yang tengah mengandung dilaporkan mengalami penyiksaan fisik berulang hingga akhirnya melahirkan secara prematur dan meninggal dunia bersama janinnya.

Tragedi memilukan ini terungkap setelah Anggota DPD RI perwakilan Aceh, Sudirman Haji Uma, menerima laporan dari tim gabungan yang dibentuk bersama Gabungan Aceh Bersatu (GAB) Malaysia. Tim tersebut langsung melakukan penelusuran ke lokasi kejadian di kawasan Klang, Selangor, untuk mengumpulkan fakta serta mengurus jenazah korban.

“Korban disiksa dengan sangat kejam. Perutnya dipijak dan dipukul berulang kali hingga akhirnya melahirkan sendiri sebelum waktunya. Dalam kondisi tersebut, bayi lahir berlumuran darah,” ujar Sudirman Haji Uma, Selasa (23/6/2026).

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, insiden tragis tersebut terjadi pada 25 Maret 2026. Korban diduga menerima pukulan dan injakan berulang di bagian perut oleh pelaku yang hingga kini masih belum diketahui identitasnya. Kekerasan itu memicu kontraksi dini, memaksa korban melahirkan secara prematur di tempat kejadian. Bayi yang lahir dalam kondisi berlumuran darah tidak dapat diselamatkan.

Sudirman menjelaskan, setelah kejadian, pihaknya segera berkoordinasi dengan GAB Malaysia untuk menangani korban secara manusiawi. “Kami sudah menerjunkan tim untuk melakukan pengurusan jenazah korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti awal dugaan penganiayaan ini. Ini sangat tragis, apalagi korban sedang hamil,” katanya kepada media kami.

Penanganan Jenazah dan Tuntutan Keadilan

Proses pengurusan jenazah Putri dan bayinya kini tengah berlangsung. Tim gabungan GAB Malaysia dan keluarga korban berupaya memulangkan jenazah ke Aceh Tamiang secepatnya. Sudirman menegaskan, DPD RI akan memberikan pendampingan penuh, termasuk memastikan kasus ini mendapat perhatian serius dari otoritas berwenang di Malaysia.

“Kami mendesak pihak berwenang Malaysia segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku. Korban adalah warga negara Indonesia yang harus mendapat keadilan. Kami tidak akan tinggal diam sampai kasus ini terang benderang,” tegas Sudirman.

Sementara itu, keluarga korban di Aceh Tamiang masih terguncang mendengar kabar duka tersebut. Mereka berharap pemerintah Indonesia turut membantu percepatan pemulangan jenazah dan memberikan perlindungan hukum bagi para pekerja migran yang rentan mengalami kekerasan di luar negeri.

Kasus ini kembali mengingatkan publik akan tingginya risiko penganiayaan terhadap pekerja migran Indonesia, khususnya di Malaysia. Laporan dari berbagai lembaga perlindungan pekerja migran menunjukkan bahwa kekerasan fisik terhadap pekerja domestik dan buruh perempuan masih sering terjadi dan seringkali luput dari penegakan hukum yang tegas.

Hingga berita ini diturunkan, tim Beritatercepat.com masih berupaya menghubungi otoritas Kepolisian Diraja Malaysia untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai perkembangan penyelidikan dan identitas pelaku kekerasan terhadap Putri Hensy Aprilda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yoga-mahendra

Editor Breaking. Editor breaking news dan peristiwa terkini.

Comments (0)

User