HNW Ajak BKPRMI Perkuat Jakarta Sebagai Kota Halal Global
JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menggerakkan barisan pemuda masjid untuk menjadikan Jakarta sebagai kiblat halal dunia. Langkah ini ia tempuh dengan menggandeng Badan Komunikasi...
JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menggerakkan barisan pemuda masjid untuk menjadikan Jakarta sebagai kiblat halal dunia. Langkah ini ia tempuh dengan menggandeng Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta dalam sebuah deklarasi bersama yang digelar akhir pekan ini.
Di hadapan ratusan kader BKPRMI, HNW menegaskan bahwa ibu kota tidak bisa lagi hanya bergantung pada narasi lama. “Identitas kota ini harus diperkuat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin, dan salah satunya melalui konsep Kota Halal Global,” ujarnya. Ia menekankan bahwa potensi ekonomi syariah, pariwisata ramah muslim, hingga gaya hidup halal harus dikapitalisasi secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.
Dimensi Ekonomi dan Identitas
Menurut HNW, predikat Kota Halal Global bukan sekadar label seremonial. Konsep ini mencakup ekosistem yang luas: dari sertifikasi produk halal yang ketat, ketersediaan tempat ibadah yang masif, hingga promosi wisata halal yang terintegrasi. “Jika Jakarta mampu menjadi rujukan, maka efek domino terhadap investasi dan kunjungan wisatawan muslim global akan sangat besar,” tegas politisi senior Partai Keadilan Sejahtera itu.
Data terbaru menunjukkan bahwa wisatawan muslim global menghabiskan lebih dari 200 miliar dolar AS per tahun. Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar, semestinya menangkap peluang ini dengan menjadikan Jakarta sebagai etalasenya. Namun, HNW mengingatkan bahwa semua itu tak akan terwujud tanpa sumber daya manusia yang mumpuni dan berakhlak Qur’ani.
Fokus Generasi Muda
Porsi terbesar dari arahannya justru tertuju pada anak muda. HNW menilai bahwa bonus demografi Jakarta hanya akan menjadi bencana jika tidak dibarengi dengan revolusi mental dan spiritual. Maka, ia meminta BKPRMI DKI untuk memprioritaskan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di kalangan remaja dan anak-anak.
“Kita masih punya pekerjaan rumah besar: masih banyak generasi muda Jakarta yang belum bisa membaca kitab sucinya sendiri. Ini ironi yang harus segera diakhiri,” kata HNW. Ia meminta agar setiap masjid dan musala di Jakarta membuka kembali gerakan magrib mengaji secara massif, dengan melibatkan para relawan muda yang telah terlatih.
Instruksi untuk BKPRMI
Secara spesifik, HNW memberikan mandat kepada pengurus BKPRMI DKI Jakarta untuk segera menyusun peta jalan (roadmap) kampanye. Ada tiga pilar utama yang harus dikerjakan simultan: edukasi literasi Al-Qur’an, promosi produk halal lokal, serta pembinaan akhlak pemuda agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Saya minta data by name by address soal remaja yang belum bisa baca Al-Qur’an dikumpulkan dalam sepekan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Dari situ kita bisa intervensi langsung ke lapangan,” instruksinya. Selain itu, ia mendorong pemuda masjid untuk menjadi duta-duta halal yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya label halal, bukan hanya pada makanan, tetapi juga pada sektor jasa seperti perhotelan, restoran, hingga fashion.
Respons dan Harapan
Ketua BKPRMI DKI Jakarta merespons positif arahan tersebut dan menyatakan siap bergerak. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dewan Masjid Indonesia dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan program. “Ini bukan hanya sekadar acara, tapi gerakan penyelamatan generasi,” ucapnya.
HNW menutup arahannya dengan optimisme tinggi. Ia percaya, jika kolaborasi antara tokoh, pemuda masjid, dan pemerintah berjalan solid, Jakarta tidak hanya akan menjadi pusat bisnis, tetapi juga mercusuar peradaban Islam modern yang bersih, tertib, dan berkah. Ia pun mengajak seluruh warga untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ikut mengampanyekan gaya hidup halal dalam keseharian.
Baca juga:
Comments (0)