JAKARTA – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono menilai kejayaan maritim Kerajaan Majapahit memiliki kaitan erat dengan peran TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam menjaga kedaulatan maritim Indonesia saat ini. Pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah forum diskusi sejarah dan pertahanan maritim, sebagaimana dikutip dari pemberitaan.
Menurut Hendropriyono, keberhasilan Majapahit menguasai jalur perdagangan dan wilayah perairan Nusantara tidak lepas dari kekuatan armada lautnya yang disiplin dan terorganisasi. Pengalaman sejarah tersebut, lanjutnya, menjadi cermin bagi bangsa Indonesia untuk terus memperkuat jati diri sebagai negara maritim yang berdaulat atas seluruh wilayah perairannya.
Majapahit: Kekuatan Maritim Terbesar di Nusantara
Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu imperium terbesar dalam sejarah Nusantara. Di bawah kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada yang diabadikan melalui Sumpah Palapa, Majapahit berhasil menyatukan wilayah-wilayah Nusantara dan menguasai jalur-jalur perdagangan laut yang strategis. Penguasaan atas laut menjadi kunci utama bagi kejayaan ekonomi sekaligus kekuatan politik kerajaan pada masa itu.
Kekuatan laut Majapahit ditopang oleh armada yang dipimpin tokoh-tokoh tangguh, salah satunya Mpu Nala yang dikenal sebagai panglima angkatan laut. Kehadiran armada yang kuat membuat jalur perdagangan rempah dan barang dagangan lainnya tetap aman, sekaligus memperluas pengaruh politik Majapahit hingga ke kawasan-kawasan di luar Jawa.
“Kejayaan maritim Majapahit menunjukkan bahwa bangsa ini memiliki tradisi kelautan yang sangat kuat. TNI AL hari ini adalah pewaris semangat tersebut dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Hendropriyono.
Relevansi dengan TNI AL Modern
Hendropriyono menegaskan bahwa semangat kejayaan maritim Majapahit harus diwariskan kepada generasi penerus, khususnya prajurit TNI AL. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan perairan, jalur pelayaran, serta sumber daya laut yang melimpah. Peran TNI AL saat ini dinilai semakin strategis, di antaranya dalam aspek-aspek berikut:
- Menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia dari berbagai ancaman.
- Mengamankan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) yang menjadi jalur pelayaran dunia.
- Melindungi kekayaan sumber daya laut dari praktik pencurian ikan dan eksploitasi ilegal.
- Mendukung diplomasi maritim dan kerja sama keamanan dengan negara-negara sahabat.
- Menegakkan supremasi hukum di wilayah perairan Indonesia.
Warisan Maritim untuk Generasi Muda
Lebih lanjut, Hendropriyono mengajak generasi muda untuk kembali menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah maritim bangsa. Pemahaman yang kuat terhadap sejarah, menurutnya, akan membangun kesadaran bahwa menjaga laut sama pentingnya dengan menjaga daratan. Tanpa kesadaran tersebut, cita-cita Indonesia menjadi poros maritim dunia hanya akan tinggal wacana.
Pernyataan mantan Kepala BIN ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kejayaan maritim membutuhkan dukungan semua pihak, tidak hanya TNI AL, tetapi juga pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas. Sinergi seluruh elemen bangsa menjadi prasyarat utama untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
Dengan meneladani kegigihan para pendahulu dalam membangun kekuatan laut, diharapkan Indonesia mampu terus memperkokoh kedaulatannya dan menjaga kejayaan maritimnya untuk generasi-generasi yang akan datang.
[SOCIAL_TWEET]: ⚓ Hendropriyono: Kejayaan maritim Majapahit jadi cermin tugas TNI AL menjaga kedaulatan laut Indonesia. Warisan laut harus dijaga! #TNI AL #Maritim #SejarahNusantara[SOCIAL_TG]: ⚓ Hendropriyono kaitkan kejayaan maritim Majapahit dengan peran strategis TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.
Comments (0)