Mimpi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan untuk merebut gelar juara dunia keempat kandas sudah. Dalam laga semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2022 di Tokyo, Jepang, ganda putra senior Indonesia itu harus mengakui keunggulan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, melalui pertarungan tiga game yang menegangkan.
Pertandingan berlangsung ketat sejak poin pertama. Ahsan/Hendra sempat menunjukkan dominasi di game pembuka dan unggul jauh 18-12. Namun, Aaron Chia/Soh Wooi Yik tidak gentar. Pasangan Malaysia itu bangkit dengan merebut empat angka beruntun dan menyamakan kedudukan menjadi 19-19. Dua poin terakhir menjadi milik mereka, sehingga game pertama ditutup dengan skor 21-19 untuk Malaysia.
"Keunggulan mereka terus berlanjut hingga kedudukan 18-12. Aaron Chia/Soh Wooi Yik lantas bangkit dengan merebut empat angka beruntun hingga akhirnya mampu menyamakan skor 19-19. Dua poin terakhir menjadi milik pasangan Malaysia yang akhirnya menang 21-19 di game pertama," demikian keterangan foto yang dirilis kantor berita AP melalui jepretan Shuji Kajiyama.
Perlawanan Sengit The Daddies
Kekalahan di game pertama tidak memadamkan semangat The Daddies. Pada game kedua, Ahsan/Hendra tampil lebih agresif. Variasi serangan, netting halus, dan pukulan keras menyilang kembali mengalir deras. Hasilnya, mereka menang 21-16 dan memaksa pertandingan berlanjut ke game penentuan.
Namun, di game ketiga Aaron Chia/Soh Wooi Yik menunjukkan kematangan luar biasa. Pertahanan kokoh dan serangan balik cepat membuat Ahsan/Hendra kesulitan mengembangkan permainan. Pasangan Malaysia akhirnya menutup laga dengan kemenangan 21-14 sekaligus memastikan tiket ke partai final.
Bagi Ahsan/Hendra, kekalahan ini terasa sangat pahit. Sebelumnya, keduanya sudah tiga kali menjadi juara dunia, yakni pada 2013, 2015, dan 2019. Gelar keempat yang mereka kejar di Tokyo tinggal selangkah lagi, tetapi harus tertunda. Sebagai peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia 2022, The Daddies tetap pulang dengan kepala tegak.
Perjalanan mereka di turnamen ini pun tidak mudah. Sebagai ganda senior, Ahsan yang saat itu berusia 35 tahun dan Hendra 38 tahun harus melawan pemain-pemain yang jauh lebih muda. Namun, pengalaman dan kekompakan mereka membuat banyak lawan kewalahan. Julukan The Daddies menjadi simbol kebangkitan ganda putra Indonesia di level tertinggi.
"Kami sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan. Lawan bermain sangat baik hari ini. Kami menerima hasil ini dan akan kembali berlatih lebih keras," ujar Ahsan usai pertandingan dengan nada pasrah namun tetap sportif.
Jalan Chia/Soh Menuju Puncak Dunia
Kemenangan atas Ahsan/Hendra menjadi awal dari sejarah besar bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Di partai final, mereka kembali berhadapan dengan wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Lagi-lagi pasangan Malaysia tampil gemilang dan menang 21-19, 21-14. Dengan hasil itu, mereka resmi menjadi juara dunia ganda putra 2022 sekaligus mengukir sejarah sebagai pasangan pertama Malaysia yang meraih gelar tersebut.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pelajaran berharga. Regenerasi ganda putra terus berjalan, dan munculnya Fajar/Rian sebagai finalis menunjukkan persaingan internal tetap sehat. Namun, impian Ahsan/Hendra untuk mencatatkan nama sebagai ganda putra dengan gelar dunia terbanyak masih terbuka lebar.
Warisan Dua Legenda Bulu Tangkis
Terlepas dari hasil di Tokyo, karier Ahsan/Hendra telah menjadi inspirasi bagi banyak pebulu tangkis dunia. Kombinasi ketenangan Hendra di depan net dan kekuatan serangan Ahsan dari belakang menjadi ciri khas yang sulit ditiru. Mereka juga dikenal sebagai pasangan dengan etos kerja tinggi dan hubungan harmonis di luar lapangan.
Kegagalan di semifinal Kejuaraan Dunia 2022 tidak mengurangi pamor mereka. Sebaliknya, perjuangan mereka melawan usia dan waktu justru mendapat apresiasi luas dari pencinta bulu tangkis di berbagai negara. Banyak yang menilai, selama keduanya masih sehat dan bugar, peluang meraih gelar dunia keempat tetap ada di turnamen-turnamen berikutnya.
Sementara itu, bagi Aaron Chia/Soh Wooi Yik, kemenangan di Tokyo menegaskan bahwa mereka layak berada di papan atas ganda putra dunia. Kebangkitan mereka dari posisi tertinggal 12-18 di game pertama menjadi bukti mentalitas juara yang mereka miliki.
[SOCIAL_TWEET]: Mimpi gelar keempat Ahsan/Hendra kandas! The Daddies takluk dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik di semifinal Kejuaraan Dunia 2022. ๐ธ #Badminton #BWFWorldChampionships[SOCIAL_TG]: ๐ธ BREAKING: Ahsan/Hendra tersingkir di semifinal Kejuaraan Dunia 2022 usai kalah rubber game dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Gelar keempat The Daddies kembali tertunda.
Comments (0)