Hasto: Monumen Kudatuli Pengingat Keadilan Belum Tercapai

BARU SAJA — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa peresmian Monumen Kudatuli menyimpan pesakitan mendalam atas keadilan yang tak kunjung hadir bagi korban Tragedi 27 Juli 1996....

Jul 27, 2026 - 23:44
0 0
Hasto: Monumen Kudatuli Pengingat Keadilan Belum Tercapai

BARU SAJA — Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa peresmian Monumen Kudatuli menyimpan pesakitan mendalam atas keadilan yang tak kunjung hadir bagi korban Tragedi 27 Juli 1996.

Pernyataan tersebut dilontarkan Hasto beberapa menit lalu di sela peresmian monumen di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin langsung seremoni penuh penghormatan bagi para korban.

Kronologi Peresmian & Makna Monumen

Karya seni dari pematung Dolorosa Sinaga itu lahir dari kontemplasi panjang Megawati. Sosok perempuan dalam monumen, yang disebut sebagai Ibu Pertiwi, digambarkan tengah merangkul para korban sambil menatap langit — memohon cahaya keadilan menerangi Indonesia. Monumen dilengkapi empat obor elektrik yang akan menyala setiap malam sebagai simbol api perjuangan.

  • Obor Pertama: Keyakinan dalam politik
  • Obor Kedua: Keteguhan menghadapi represi
  • Obor Ketiga: Keberanian tanpa batas
  • Obor Keempat: Kesabaran revolusioner, berpusat pada Museum Kudatuli yang menggambarkan kebenaran pasti menang

Pernyataan Eksklusif Hasto

“Monumen ini menggambarkan 30 tahun penantian keadilan yang tak kunjung hadir. Ketertundukan para korban menanti titik terang atas mereka yang dihilangkan rezim,” tegas Hasto. Ia menyoroti fakta bahwa banyak korban, termasuk aktivis Wiji Thukul, diculik setelah proses persidangan peristiwa 27 Juli digelar. Nasib Thukul hingga kini tak diketahui.

Hasto menekankan monumen ini bukan sekadar tugu bisu. Ia membawa pesan keras agar praktik kekerasan atas nama negara tidak kembali terulang. “Pentingnya demokrasi yang harus kita rawat: kebebasan berserikat, supremasi hukum berkeadilan, kebebasan pers, dan penguatan masyarakat sipil,” tegasnya.

Megawati juga melakukan tabur bunga sebagai penghormatan terakhir kepada para korban. Upacara berlangsung khidmat, disaksikan kader dan simpatisan yang hadir.

Mengapa Berita Ini Penting

Monumen Kudatuli hadir tepat 30 tahun setelah tragedi berdarah tersebut. Inspirasi pendiriannya menjadi alarm bagi generasi kini bahwa luka sejarah belum sepenuhnya sembuh. Obor-obor elektrik yang menyala di malam hari menjadi pengingat konstan bahwa perjuangan menuntut keadilan masih menyala, meski tertatih. Kebenaran, seperti api obor keempat, diyakini pasti menang — meski harus melewati malam panjang tiga dekade.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User