Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Dahsyat, Kolom Abu Capai 2.500 Meter
LERENG LEWOTOBI, FLORES TIMUR — Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengamuk hebat pada Selasa (7/7/2026) siang. Erupsi terjadi tepat pukul 11.37 Wita, melon
LERENG LEWOTOBI, FLORES TIMUR — Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali mengamuk hebat pada Selasa (7/7/2026) siang. Erupsi terjadi tepat pukul 11.37 Wita, melontarkan kolom abu vulkanik setinggi 2.500 meter ke langit Nusa Tenggara Timur. Dentuman kuat terdengar hingga radius 10 kilometer, memicu kepanikan warga di desa-desa kaki gunung. Tidak ada laporan korban jiwa, namun abu tebal langsung menyelimuti pemukiman dan lahan pertanian di sekitarnya.
- Waktu erupsi: Selasa, 7 Juli 2026, pukul 11.37 Wita - Tinggi kolom abu: 2.500 meter di atas puncak kawah - Status terkini: Siaga (Level III), naik dari Waspada - Radius bahaya: 4 kilometer dari pusat kawah - Evakuasi: Warga Desa Dulipali dan Nobo bergerak ke titik pengungsian - Transportasi terdampak: Bandara Frans Seda Maumere tutup sementaraKronologi Erupsi
- Pukul 11.37 Wita: Gunung Lewotobi Laki-Laki meletus dengan suara dentuman keras. Kolom abu berwarna kelabu gelap terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok.
- Pukul 12.00 Wita: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) segera menaikkan status gunung dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III). Rekomendasi radius bahaya diperluas menjadi 4 km.
- Pukul 12.30 Wita: Hujan abu mulai turun di Desa Dulipali, Nobo, dan beberapa dusun di Kecamatan Wulanggitang. Warga diimbau tetap di dalam rumah dan mengenakan masker.
- Pukul 13.15 Wita: Tim gabungan BPBD Flores Timur, TNI, Polri, dan relawan mendirikan posko pengungsian darurat. Evakuasi menyasar warga lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil.
- Pukul 14.00 Wita: Otoritas Bandara Frans Seda Maumere menutup operasi penerbangan menyusul sebaran abu vulkanik yang mengganggu jalur terbang dan jarak pandang.
- Pukul 15.00 Wita: PVMBG merilis pernyataan bahwa erupsi susulan masih mungkin terjadi. Aktivitas pendakian dan warga di radius bahaya diminta menjauh.
- Hingga pukul 17.00 Wita: Abu terus turun tipis di sejumlah titik. Petugas masih memonitor potensi lahar dingin jika hujan turun di puncak. Warga tetap siaga di pengungsian.
Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, dalam keterangan pers menyebutkan erupsi kali ini adalah yang terkuat dalam siklus aktivitas Lewotobi Laki-Laki sejak awal Juli 2026. “Kami meminta warga tidak panik, tetapi harus benar-benar mematuhi rekomendasi radius aman. Potensi erupsi susulan masih tinggi,” tegasnya.
Warga merasakan getaran dan suara gemuruh. Yuliana Sogen (42), warga Desa Dulipali, menuturkan detik-detik menegangkan. “Suaranya seperti bom meledak. Kami spontan lari ke luar. Tanaman sudah mulai tertutup abu,” ujarnya. Sejumlah sekolah di dua desa tersebut diliburkan. Tenda-tenda pengungsian didirikan di lapangan desa dengan bantuan logistik dari dapur umum BPBD.
Di sektor transportasi, penutupan Bandara Frans Seda hingga pukul 18.00 Wita mengakibatkan tiga penerbangan Wings Air tujuan Kupang dan Ende dibatalkan. Manajemen bandara menyatakan akan terus berkoordinasi dengan PVMBG sebelum memutuskan membuka kembali operasional. Sementara itu, jalur pendakian resmi ditutup total tanpa pengecualian.
Comments (0)