Gubernur Khofifah Luncurkan "Pelita ASN" Demi Perkokoh Fondasi Keluarga Aparatur Negara
SURABAYA, Beritatercepat.com – Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memperkenalkan sebuah program terobosan di bidang
SURABAYA, Beritatercepat.com – Bertepatan dengan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memperkenalkan sebuah program terobosan di bidang penguatan sumber daya manusia. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, meluncurkan program Pendampingan dan Layanan Terintegrasi bagi Keluarga Aparatur Sipil Negara yang kemudian disingkat menjadi "Pelita ASN".
Acara peluncuran yang berlangsung di Graha Menur, Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono Provinsi Jawa Timur, Surabaya, pada Senin (29/6) ini, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun kesejahteraan aparatur sipil negara secara holistik. Khofifah menegaskan bahwa tuntutan profesionalitas dalam birokrasi harus berjalan beriringan dengan kualitas kehidupan pribadi para abdi negara.
Dalam laporan yang diterima media kami, Khofifah menyoroti peran ganda yang diemban oleh para ASN. Menurutnya, pelayanan publik yang prima hanya akan lahir dari individu-individu yang memiliki ketenangan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Oleh sebab itu, negara wajib hadir untuk memastikan ekosistem keluarga para pegawainya berjalan sehat dan harmonis.
"Pada peringatan Harganas ini kita juga meluncurkan Pelita ASN. Bagaimana pendampingan dan pelayanan secara terintegrasi bagi ASN terutama yang terkait dengan ketahanan keluarga. ASN tidak hanya dituntut profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga perlu memiliki keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Khofifah dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Program Pelita ASN dirancang bukan sekadar sebagai formalitas birokrasi, melainkan sebagai sebuah gerakan pendampingan yang menyeluruh. Layanan yang diberikan dalam program ini sangat beragam dan terintegrasi. Tidak hanya mencakup konsultasi keuangan dan perencanaan karier, Pelita ASN juga menyediakan akses pendampingan psikologis, konseling pernikahan, pola pengasuhan anak, serta upaya pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.
Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa era modern membawa tantangan kompleks bagi ketahanan keluarga. Dinamika pekerjaan, tekanan ekonomi, serta derasnya arus informasi digital seringkali menimbulkan friksi dalam rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan domestik ini akan berimbas langsung pada penurunan kinerja dan disiplin ASN. Melalui program ini, Pemprov Jatim menyediakan "payung" perlindungan serta ruang aman bagi ASN untuk berkonsultasi dan mencari solusi sebelum masalah keluarga berkembang menjadi krisis yang lebih besar.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pemprov Jatim. Ia menyebut pendekatan pendampingan terintegrasi seperti Pelita ASN merupakan langkah progresif yang selaras dengan visi pembangunan nasional. Arifatul menegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah pondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. Ia berharap program ini dapat direplikasi oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia sebagai standar baru dalam manajemen kepegawaian yang lebih manusiawi.
Dengan mengusung filosofi "Pelita" atau lampu penerang, program ini diharapkan menjadi cahaya yang menjaga keharmonisan rumah tangga para pelayan publik. Implementasi Pelita ASN akan dimulai secara bertahap di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jawa Timur, menjadikan momen Harganas ke-33 sebagai tonggak sejarah baru dalam penguatan keluarga ASN yang tangguh dan berkualitas.
Comments (0)