Grogol Selatan Gelar Pelatihan Komposter, Warga Antusias

BARU SAJA – Warga Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan, langsung bergerak cepat mengikuti pelatihan pembuatan komposter. Kegiatan ini bertujuan menyulap sampah organik rumah tangga menjadi pupu...

Jul 28, 2026 - 07:56
0 0
Grogol Selatan Gelar Pelatihan Komposter, Warga Antusias

BARU SAJA – Warga Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan, langsung bergerak cepat mengikuti pelatihan pembuatan komposter. Kegiatan ini bertujuan menyulap sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Pelatihan yang digelar pagi tadi di aula kelurahan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai RW.

Program inisiatif dari Pemerintah Kelurahan Grogol Selatan bersama Dinas Lingkungan Hidup ini digelar untuk mengurangi beban sampah yang terus menggunung di TPS. Dengan pelatihan ini, setiap rumah tangga diharapkan mampu mengolah sampah dapur secara mandiri dan produktif.

Fakta Cepat Pelatihan Komposter

  • Waktu: Sabtu, 15 Juni 2026, pukul 08.00 - 12.00 WIB
  • Tempat: Aula Kantor Kelurahan Grogol Selatan, Jalan Kebayoran Lama
  • Jumlah Peserta: 125 warga dari 10 RW
  • Instruktur: 3 petugas penyuluh dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
  • Metode: Komposter takakura kapasitas 20 liter menggunakan ember bekas
  • Target: Mengurangi 30% volume sampah organik ke TPS dalam 6 bulan

Setiap peserta mendapatkan satu set alat pembuatan komposter secara gratis. Paket berisi ember bekas ukuran 20 liter, pipa paralon, keran kecil, sekam padi, serbuk gergaji, dan cairan aktivator EM4. Panitia juga menyediakan buku panduan bergambar yang mudah dipahami warga awam.

Antusiasme Tinggi, Warga Langsung Praktik

Sesi inti dimulai dengan demonstrasi langsung oleh tim penyuluh. Peserta tampak serius mengikuti arahan, mulai dari melubangi ember hingga menyusun lapisan sampah dan bahan organik. Tak sedikit warga yang langsung membawa sisa sayuran dari rumah untuk dicoba di tempat.

"Saya baru tahu ternyata sampah dapur bisa jadi emas. Selama ini saya buang begitu saja. Sekarang malah bisa jadi pupuk untuk tanaman hias saya," ungkap Dian (38), warga RW 02, dengan semangat.

Hal serupa diutarakan Ketua RW 08, Bapak Harun. Ia mengaku sudah lama menunggu pelatihan seperti ini. "Setiap hari warga kami buang sampah organik minimal 2 kilogram per rumah. Kalau semua bisa dikompos, sampah di lingkungan bisa berkurang drastis," katanya. Harun berjanji akan mewajibkan setiap rumah di wilayahnya memiliki komposter sendiri dalam waktu dekat.

Lurah Grogol Selatan, Andi Prasetyo, dalam sambutannya menekankan pentingnya partisipasi warga. "Kami tidak ingin program ini sekadar seremonial. Monitoring akan kami lakukan setiap minggu. Warga yang komposternya berfungsi baik akan kami beri insentif pupuk tambahan," tegas Andi.

Data Sampah dan Harapan Baru

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup, Kelurahan Grogol Selatan menghasilkan 8,5 ton sampah per hari. Dari jumlah itu, 55% atau sekitar 4,6 ton merupakan sampah organik yang dapat diolah. Selama ini, seluruh sampah langsung diangkut ke TPS Bantar Gebang tanpa pengolahan di tingkat rumah tangga.

Dengan pelatihan ini, kelurahan menargetkan pengurangan sampah organik hingga 1,5 ton per hari dalam enam bulan pertama. Hitungan ini setara dengan komposter yang beroperasi di 750 rumah. Selain mengurangi beban TPS, kebijakan ini diharapkan menciptakan ekonomi sirkular dari penjualan kompos.

Salah satu pemateri, Budi Santoso, penyuluh lingkungan, menjelaskan kompos yang dihasilkan dapat dijual dengan harga Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogram. "Ini bukan hanya solusi sampah, tapi juga tambahan penghasilan untuk ibu-ibu rumah tangga," jelasnya. Peserta tampak makin bersemangat mendengar potensi keuntungan tersebut.

Langkah Lanjutan dan Lomba Komposter

Agar program berkelanjutan, Pemerintah Kelurahan Grogol Selatan telah menyusun rencana aksi. Akan digelar lomba komposter antar-RT pada bulan Agustus mendatang. Kriteria penilaian meliputi kreativitas desain komposter, volume sampah terolah, dan kualitas kompos. Pemenang akan mendapat hadiah peralatan berkebun dan uang pembinaan.

Selain itu, dibentuk 10 kader lingkungan di setiap RW yang bertugas mendampingi warga dan mengumpulkan data pengolahan sampah. Lurah Andi memastikan semua alat dan bahan komposter akan disubsidi penuh selama periode uji coba.

Pantauan di lokasi, hingga acara berakhir pukul 12.00, seluruh peserta pulang dengan membawa komposter rakitan masing-masing. Beberapa warga bahkan sudah langsung memulai pengomposan di halaman kantor kelurahan sebagai uji coba perdana.

"Saya yakin program ini sukses karena warganya semangat. Kami akan buktikan Grogol Selatan bisa jadi percontohan pengelolaan sampah mandiri," pungkas Lurah Andi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User