Gerindra Dorong Panja Korupsi Tiga Kasus Besar usai Febrie Tersangka
JAKARTA — Fraksi Gerindra DPR RI menyerukan pembentukan panitia kerja (Panja) untuk mengawal pengusutan tiga mega kasus korupsi yang menyeret Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) nonaktif Febrie Adri...
JAKARTA — Fraksi Gerindra DPR RI menyerukan pembentukan panitia kerja (Panja) untuk mengawal pengusutan tiga mega kasus korupsi yang menyeret Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) nonaktif Febrie Adrianyah sebagai tersangka. Langkah ini diambil agar proses hukum berjalan transparan dan tidak menyisakan celah kegelapan.
Gerindra Ingin Pengawasan Ketat
Anggota Komisi III DPR Muhammad Rahul menyatakan dukungan penuh agar Panja segera dibentuk. Menurutnya, kompleksitas kasus yang meliputi mafia batu bara, korupsi di ASABRI, dan fraud di PT Krakatau Steel (Persero) memerlukan pengawasan legislatif yang bukan sekadar formalitas. Panja akan menjadi jembatan antara proses penyidikan dengan hak rakyat untuk mendapatkan kejelasan.
“Kasus ini bukan perkara kecil. Kerugian negara ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah dan menyeret pejabat tinggi. Panja adalah instrumen konstitusional yang akan memastikan tidak ada satu pun benang kusut yang diabaikan,” ujar Rahul di kompleks parlemen, Kamis (17/4/2026).
Latar Belakang Penetapan Tersangka
Febrie Adrianyah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung pada Selasa malam pekan lalu. Ia diduga kuat menjadi pengendali proyek ilegal ekspor batu bara sekaligus terlibat dalam penggelembungan investasi di PT ASABRI dan pengadaan di Krakatau Steel. Penetapan ini sontak menggegerkan peta politik dan intelijen nasional.
Gerindra menilai bahwa pengusutan ketiga perkara tersebut tidak bisa dilakukan secara terpisah. Keterkaitan antar kasus sangat erat, terutama aliran dana yang diduga mengalir ke sejumlah rekening penampung di dalam dan luar negeri. Panja diharapkan bisa memaksa penegak hukum membuka seluruh temuan tanpa intervensi.
Detil Kasus yang Diperiksa Panja
Rahul merinci fokus kerja panja nantinya akan mencakup tiga klaster besar:
Mafia Batu Bara: Dugaan penerbitan izin ekspor ilegal yang merugikan negara hingga Rp12 triliun. Febrie diduga menerima suap dari para pengusaha tambang melalui perusahaan cangkang.
Korupsi ASABRI: Manipulasi investasi dana pensiunan prajurit yang mencapai Rp8 triliun. Saham-saham gorengan dibeli dengan harga fantastis, sementara selisihnya mengalir ke sejumlah oknum.
Fraud Krakatau Steel: Penyimpangan pengadaan alat berat dan bahan baku di BUMN strategis itu menimbulkan kerugian sekitar Rp6,9 triliun, termasuk proyek hot strip mill yang mangkrak.
“Panja akan menyandingkan fakta persidangan, temuan BPK, dan informasi intelijen keuangan. Kami akan panggil semua pihak, termasuk yang selama ini sulit tersentuh,” tegas politikus Gerindra tersebut.
Komitmen Gerindra tanpa Kompromi
Fraksi Gerindra menegaskan tidak akan menoleransi upaya pengaburan fakta. Pembentukan panja adalah sinyal bahwa DPR tidak akan tinggal diam melihat kasus besar tertelan birokrasi atau tekanan politik. Langkah ini juga diyakini akan mempercepat proses pelimpahan berkas perkara Febrie ke pengadilan.
Hingga berita ini diturunkan, pimpinan DPR dijadwalkan menggelar rapat konsultasi akhir pekan ini untuk menggolkan pembentukan panja. Sejumlah fraksi lain dikabarkan sudah menyatakan dukungan, meski PDI-P dan PKB masih menunggu rapat internal.
Dengan skema kerja panja dua bulan, publik akhirnya akan mendapatkan gambaran utuh tentang skandal terbesar yang mengguncang ujung masa pemerintahan Jokowi.
Comments (0)