Gempa M 5,1 Guncang Sangihe, Sulut, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami
BARU SAJA – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu siang, 12 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mer...
BARU SAJA – Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Minggu siang, 12 Juli 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung merilis analisis dan memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 3.45 Lintang Utara dan 125.12 Bujur Timur, atau sekitar 95 kilometer barat laut Tahuna, ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kedalaman gempa tercatat 12 kilometer, termasuk kategori gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku.
BMKG Keluarkan Pernyataan Resmi
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, dalam keterangan pers menit lalu menegaskan, "Hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak memicu tsunami. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab."
- Magnitudo: 5,1
- Waktu: Minggu, 12 Juli 2026 pukul 10:05 WITA
- Lokasi: 3.45 LU – 125.12 BT (95 km barat laut Tahuna)
- Kedalaman: 12 km
- Potensi Tsunami: Tidak
- Sumber: Aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku
Getaran Terasa di Beberapa Wilayah
Saksi mata di Tahuna melaporkan guncangan terasa selama 5-7 detik dengan intensitas sedang. "Lemari bergoyang, kami langsung keluar rumah," kata Anton, warga Kecamatan Tahuna. Di Kabupaten Sangihe, beberapa desa turut merasakan getaran, namun hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.
Pemerintah daerah bersama BPBD setempat masih melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan aparat desa. Tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk memonitor dampak gempa di daerah pesisir barat.
Rekomendasi BMKG dan Status Siaga
BMKG mengingatkan gempa susulan berkekuatan lebih kecil mungkin terjadi. Warga diminta menghindari bangunan retak dan selalu periksa kondisi rumah. Hingga satu jam pascagempa, belum ada aktivitas gempa susulan signifikan.
Dengan status waspada normal, otoritas setempat tetap memantau perkembangan. Imbauan tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi palsu menjadi prioritas komunikasi publik. Sebagai informasi, Kepulauan Sangihe berada di zona subduksi aktif yang sering menghasilkan gempa menengah hingga besar. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan tanpa kepanikan serta kesiapan infrastruktur kebencanaan.
Baca juga:
Comments (0)