Event Lari Mandalika Serbu 5.000 Pelari, Sport Tourism NTB Meledak
BREAKING – Lebih dari 5.000 pelari langsung memadati Sirkuit Mandalika pagi ini dalam gelaran akbar yang mengukuhkan Lombok sebagai magnet sport tourism nasional.Penyelenggaraan Mandalika Running Fe...
BREAKING – Lebih dari 5.000 pelari langsung memadati Sirkuit Mandalika pagi ini dalam gelaran akbar yang mengukuhkan Lombok sebagai magnet sport tourism nasional.
Penyelenggaraan Mandalika Running Festival 2025 tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga mesin penggerak ekonomi dan pariwisata Nusa Tenggara Barat. Ribuan peserta dari 23 provinsi dan 12 negara tercatat melakukan registrasi, menandai rekor partisipasi tertinggi sejak sirkuit ini mulai rutin menggelar event lari dua tahun lalu.
Fakta Kunci
- Peserta: 5.200 pelari, 15% dari luar negeri.
- Kategori: Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan Family Run 5K.
- Okupansi hotel: 97% di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Mataram.
- Estimasi transaksi: Rp 41 miliar langsung ke sektor akomodasi, kuliner, dan transportasi lokal.
Sport Tourism Jadi Strategi Andalan
Direktur Pemasaran ITDC, dalam keterangan tertulis yang diterima tim redaksi, menegaskan bahwa event ini merupakan bagian dari peta jalan sport tourism pascapandemi. “Kami tidak hanya menjual sirkuit, kami menjual pengalaman alam tropis yang tidak bisa ditemukan di lintasan aspal kota besar,” ujarnya. Rute 42K sengaja dirancang melewati Bukit Merese, Pantai Tanjung Aan, dan desa-desa adat untuk memperkuat narasi wisata.
Kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi pembeda. sebanyak 30 desa wisata dilibatkan sebagai pos hidrasi, menampilkan kuliner khas seperti ayam taliwang dadakan dan sate bulayak. Ini sekaligus menjadi panggung promosi langsung bagi UMKM yang selama ini hanya mengandalkan kunjungan wisatawan konvensional.
Dampak Ekonomi Langsung
Kepala Dinas Pariwisata NTB menyebutkan perputaran uang dari event ini diproyeksikan melampaui angka tahun lalu. “Transaksi langsung kami hitung dari rata-rata pengeluaran peserta Rp 8,5 juta per orang selama tiga hari,” jelasnya. Angka itu mencakup akomodasi, transportasi lokal, suvenir tenun, hingga paket wisata alam pasca-lomba. Efek berganda pun terasa hingga usaha penyewaan sepeda motor dan jasa pemandu snorkeling di Gili.
Sebagai perbandingan, gelaran serupa tahun sebelumnya hanya menarik 3.200 peserta. Lonjakan hampir 63% ini membuat pelaku usaha mikro mulai menjadwalkan stok tambahan dua bulan sebelum event. “Ini adalah kalender tetap yang sudah dinanti, bukan kejutan,” kata seorang pemilik homestay di Kuta Mandalika.
UPDATE: Hingga siang ini, pihak panitia melaporkan nol insiden medis serius. Suhu 27 derajat Celsius dengan kelembapan 75% membuat lintasan cukup bersahabat, meskipun medan perbukitan di kilometer 18-23 sempat menjadi tantangan bagi pelari pemula.
Event ini akan ditutup malam ini dengan cultural night yang menampilkan musik tradisional Sasak dan pesta kembang api di garis start-finish utama. Penyelenggara mengonfirmasi Mandalika Running Festival telah masuk dalam kalender resmi AIMS (Association of International Marathons and Distance Races) mulai tahun depan, memperkuat posisi NTB di peta sport tourism global.
Comments (0)