Ekspansi Pelatihan AI: 300 Ribu Guru Jadi Target Kemendikdasmen 2026
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) BARU SAJA mengumumkan perluasan radikal program Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang ...
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) BARU SAJA mengumumkan perluasan radikal program Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (PM-KKA) yang menargetkan lebih dari 300.000 pendidik dan tenaga kependidikan pada tahun 2026. Langkah ini menandai akselerasi terbesar transformasi digital di sektor pendidikan dengan jangkauan yang belum pernah terjadi sebelumnya: lebih dari 140.000 satuan pendidikan dari Sabang hingga Merauke dipastikan tersentuh program ini.
Target Ambisius dan Jangkauan Nasional
Dengan sasaran tahun depan, Kemendikdasmen berupaya membekali guru dan operator sekolah dengan keterampilan abad ke-21 paling krusial. Program PM-KKA 2026 dirancang membangun kompetensi pedagogik berbasis teknologi sekaligus mempercepat integrasi kecerdasan buatan di ruang kelas. Eskalasi ini sangat kontras dibanding tahun sebelumnya yang hanya menjangkau puluhan ribu peserta; kini pemerintah menunjukkan komitmen agresif untuk mengejar ketertinggalan literasi digital pendidik.
- 300.000+ pendidik dan tenaga kependidikan menjadi sasaran utama pelatihan.
- 140.000+ satuan pendidikan akan terlibat di 38 provinsi, termasuk daerah 3T.
- Materi mencakup pembelajaran mendalam, koding dasar hingga lanjut, serta implementasi AI dalam pengajaran.
- 70% kuota diprioritaskan bagi guru SD dan SMP demi fondasi literasi digital sejak dini.
- Pelatihan gratis, tersedia modul offline dan daring untuk pemerataan akses.
Transformasi Digital yang Mendesak
Pemerintah menilai kesiapan guru menghadapi era kecerdasan buatan menjadi kunci daya saing generasi muda Indonesia. Program ini bukan sekadar workshop singkat, melainkan serangkaian modul terstruktur yang diakhiri proyek nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Penyelenggaraan PM-KKA 2026 akan melibatkan kolaborasi dengan dinas pendidikan daerah dan perguruan tinggi untuk memastikan distribusi pelatih merata. khusus bagi tenaga kependidikan, pelatihan mencakup manajemen data sekolah berbasis AI dan administrasi digital yang efisien.
Dengan pembiayaan yang telah dialokasikan, Kemendikdasmen menjamin akses tanpa biaya bagi seluruh peserta. Sistem monitoring online akan diluncurkan untuk memantau perkembangan keterampilan guru secara real-time, sehingga dampak pelatihan bisa diukur dan dievaluasi cepat. Setiap gelombang pelatihan akan diintegrasikan langsung dengan platform Merdeka Mengajar, memungkinkan guru mempraktikkan hasil latihan dalam perangkat ajar yang mereka unggah sendiri.
Harapan dan Tantangan
Kendati ambisius, program ini menghadapi tantangan klasik: infrastruktur internet di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Kemendikdasmen menyatakan telah menyiapkan konten pembelajaran mandiri dan mode residensial bagi daerah minim sinyal. “Kami tidak ingin ada satu guru pun tertinggal dari revolusi AI,” demikian pernyataan resmi yang menegaskan inklusivitas program. PM-KKA 2026 diharapkan mencetak ribuan agen perubahan di sekolah negeri dan swasta yang mampu mengadopsi teknologi pembelajaran mutakhir. Pendaftaran gelombang pertama dijadwalkan dibuka pada kuartal pertama 2026, dengan target ribuan pelatih bersertifikat siap diterjunkan ke seluruh penjuru nusantara.
Baca juga:
Comments (0)