Monday, 24 August 2026 | 19:22 WIB

DPR Kecam Keras Promo Miras Bermodus Hafalan Al-Qur'an di Festival Musik

BREAKING — JAKARTA: Gelombang kecaman meledak di Senayan. Para wakil rakyat murka atas promosi miras yang menjadikan hafalan Al-Qur'an sebagai syarat di festival musik Sounds Project.Kemarahan legis...

Aug 12, 2026 - 12:31
0 1
DPR Kecam Keras Promo Miras Bermodus Hafalan Al-Qur'an di Festival Musik

BREAKING — JAKARTA: Gelombang kecaman meledak di Senayan. Para wakil rakyat murka atas promosi miras yang menjadikan hafalan Al-Qur'an sebagai syarat di festival musik Sounds Project.

Kemarahan legislator menguat dalam beberapa jam terakhir. Mereka menilai gimmick promosi itu menghina kesucian kitab suci umat Islam.

Fakta Cepat

  • Promo kontroversial menjadikan hafalan surah Al-Qur'an sebagai syarat memperoleh minuman keras.
  • Ajang yang disorot adalah festival musik Sounds Project.
  • Anggota DPR lintas fraksi ramai-ramai melayangkan kecaman keras.
  • Aparat penegak hukum didesak segera mengusut pihak penyelenggara.
  • Pemerintah daerah diminta mengevaluasi seluruh perizinan acara.

Promo yang Memicu Murka

Dilaporkan, pengunjung festival bisa memperoleh minuman keras lewat satu cara. Mereka cukup membuktikan kemampuan menghafal surah tertentu dalam Al-Qur'an.

Mekanisme itu langsung memicu gelombang protes besar. Banyak pihak menilai promo tersebut bukan sekadar strategi pemasaran. Itu dipandang sebagai pelecehan terhadap simbol agama.

Kitab suci direduksi menjadi alat transaksi komersial. Lebih parah, transaksi itu berkaitan dengan minuman beralkohol. Kombinasi keduanya dinilai sangat melukai perasaan umat beragama.

DPR Bereaksi Keras

Para legislator menyebut penyelenggara telah melampaui batas kewajaran. Mereka menilai promo itu bentuk penistaan terhadap nilai religius masyarakat Indonesia.

Sejumlah anggota Komisi VIII DPR angkat bicara. Komisi yang membidangi urusan keagamaan itu mengecam keras. Mereka menegaskan perbuatan tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.

Desakan serupa mengalir dari komisi lainnya. Legislator meminta kepolisian segera memeriksa panitia pelaksana. Proses hukum diminta berjalan tegas tanpa pandang bulu.

Wakil rakyat menegaskan Indonesia adalah negara yang menjunjung nilai Ketuhanan. Nilai agama memegang peranan penting dalam kehidupan berbangsa. Segala bentuk komersialisasi simbol agama dinilai tidak dapat diterima.

Gelombang Kecaman Publik

Kemarahan juga menggema di media sosial. Warganet ramai-ramai mengutuk gimmick promosi tersebut. Banyak yang menilai kreativitas telah kebablasan.

Sejumlah tokoh agama turut menyampaikan keprihatinan. Mereka meminta umat tetap menahan diri. Penyelesaian diharapkan berjalan melalui jalur hukum yang berlaku.

Desakan Evaluasi Perizinan

DPR turut menyoroti lemahnya pengawasan acara hiburan. Pemerintah daerah diminta mengevaluasi izin festival tersebut. Pengawasan konten acara disebut wajib diperketat ke depan.

Sejumlah legislator bahkan mendesak sanksi berat. Opsi pencabutan izin penyelenggaraan ikut mengemuka. Langkah itu dinilai penting untuk memberi efek jera.

Sorotan terhadap Generasi Muda

Kecaman tidak berhenti pada persoalan agama. Anggota dewan juga mengkhawatirkan dampaknya bagi anak muda. Festival musik identik dengan penonton berusia belia.

Mengaitkan miras dengan hafalan kitab suci dinilai merusak moral. Pesan yang sampai ke generasi muda berpotensi terdistorsi. Nilai sakral bisa terdegradasi menjadi bahan candaan komersial.

Aspek Hukum Mengintip

Desakan penindakan hukum terus menguat. Penyelenggara berpotensi berhadapan dengan sejumlah aturan. Mulai dari regulasi pengendalian minuman beralkohol hingga norma penodaan agama.

Aturan peredaran minuman beralkohol di Indonesia tergolong ketat. Penjualan dan promosinya dibatasi regulasi pusat hingga daerah. Pelanggaran dapat berujung sanksi administratif hingga pidana.

Legislator meminta aparat mengkaji seluruh unsur pelanggaran. Setiap celah hukum diminta ditelusuri secara serius. Publik menanti kepastian langkah penegak hukum.

Penyelenggara Diminta Bertanggung Jawab

DPR mendesak panitia Sounds Project memberikan penjelasan resmi. Permintaan maaf terbuka dinilai wajib disampaikan kepada publik. Iktikad baik penyelenggara kini ditunggu masyarakat.

Para wakil rakyat juga mengingatkan seluruh penyelenggara acara lain. Materi promosi harus melalui kajian etika yang ketat. Kebebasan berekspresi tetap memiliki batas yang jelas.

Perkembangan Selanjutnya

Tekanan politik diprediksi terus menguat dalam beberapa hari ke depan. DPR berpeluang memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Aparat didorong segera menentukan sikap resmi.

UPDATE: Kecaman terus mengalir dari berbagai daerah. Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi. Semua pihak diimbau menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat berwenang.

Perkembangan kasus ini terus dipantau. Informasi terbaru akan disampaikan segera setelah ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User