DPR Kecam Aksi Main Hakim Sendiri di Bali, Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok
Denpasar — Aksi kekerasan massa yang menewaskan seorang pria berinisial KD di salah satu desa di Bali menuai kecaman keras dari DPR RI. Wakil Ketua DPR Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan dan men...
Denpasar — Aksi kekerasan massa yang menewaskan seorang pria berinisial KD di salah satu desa di Bali menuai kecaman keras dari DPR RI. Wakil Ketua DPR Sari Yuliati menyampaikan keprihatinan dan mengecam tindakan main hakim sendiri yang merenggut nyawa manusia hanya karena dugaan pencurian seekor ayam.
Peristiwa tragis itu terjadi pada sebuah malam ketika KD diduga mengambil ayam milik warga. Tanpa melalui proses hukum yang semestinya, massa yang emosi langsung menghakimi KD secara brutal. Korban dikeroyok hingga mengalami luka parah di sekujur tubuh dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.
Reaksi DPR
Sari Yuliati menegaskan bahwa aksi tersebut adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan prinsip negara hukum. "Ini adalah tindakan barbar yang tidak bisa ditoleransi. Seberat apa pun dugaan kejahatan yang dilakukan seseorang, ia tetap berhak atas proses peradilan yang adil," ujarnya dalam keterangan pers.
Ia menambahkan bahwa main hakim sendiri justru akan melahirkan rantai kekerasan baru dan merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. "Kita harus menyerahkan sepenuhnya penegakan hukum kepada aparat yang berwenang. Jangan sampai emosi sesaat menghancurkan masa depan banyak orang," tegasnya.
Penyelidikan Polisi
Kepolisian Resor Bali segera mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan. Saat ini para tersangka sedang menjalani pemeriksaan intensif. Kepolisian juga mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku.
Kasus ini menjadi sorotan karena menunjukkan betapa mudahnya nyawa seseorang dihabisi tanpa proses hukum. Sari Yuliati meminta agar aparat bertindak profesional dan memberikan sanksi maksimal kepada para pelaku untuk memberi efek jera.
"Hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya. Tidak boleh ada ruang bagi main hakim sendiri di Indonesia. Saya juga mendorong adanya program edukasi hukum di masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Keluarga KD sangat terpukul atas kejadian ini. Mereka berharap keadilan ditegakkan dan tidak ada lagi aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa. "Kami kehilangan orang yang kami cintai secara tiba-tiba. Meskipun dia bersalah, tidak pantas dihakimi seperti itu," ungkap seorang kerabat korban yang enggan disebut namanya.
Pemerhati hak asasi manusia menilai peristiwa ini sebagai cerminan rendahnya pemahaman hukum di tingkat akar rumput. Mereka mendesak pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi nilai-nilai HAM dan penegakan hukum yang manusiawi. Aksi main hakim sendiri, kata mereka, tidak hanya melanggar hukum tetapi juga merusak tatanan sosial yang sudah terbangun.
Sari Yuliati berharap agar keluarga korban dapat diberikan pendampingan dan hak-haknya dilindungi, sementara masyarakat diimbau untuk tetap mempercayakan penyelesaian konflik kepada jalur hukum yang benar. "Negara tidak akan mentoleransi tindakan main hakim sendiri. Mari kita jaga Indonesia sebagai negara hukum yang beradab," tutupnya.
Comments (0)