Aug 31, 2026
breaking

DPR Desak Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Maling Ayam di Bali

BARU SAJA — Seorang pencuri ayam tewas dihakimi massa di Bali. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, angkat bicara. Ia menuntut penindakan hukum tanpa kompromi.Kronologi Singkat PeristiwaInf...

DPR Desak Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Maling Ayam di Bali

BARU SAJA — Seorang pencuri ayam tewas dihakimi massa di Bali. Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Ahmad Irawan, angkat bicara. Ia menuntut penindakan hukum tanpa kompromi.

Kronologi Singkat Peristiwa

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban diduga mencuri ayam milik warga. Nahas, aksinya dipergoki. Massa yang emosi langsung menghakiminya hingga tak bernyawa. Lokasi kejadian masih dalam penyelidikan aparat, namun laporan awal mengonfirmasi korban meninggal di tempat.

"Ini bukan lagi soal pencurian. Ini pembunuhan," tegas Ahmad Irawan dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Desakan Tegas untuk Aparat

Legislator asal dapil Jawa Timur itu tak main-main. Ia mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku pengeroyokan. Menurutnya, aksi main hakim sendiri adalah ancaman serius bagi negara hukum.

  • Penangkapan segera: Polisi diminta bergerak cepat mengidentifikasi dan menahan para pengeroyok.
  • Jerat pasal berat: Irawan mendorong penerapan pasal pembunuhan, bukan sekadar pengeroyokan.
  • Evaluasi total: Perilaku vijilan harus dipetakan dan dicegah secara sistemik.

"Negara tidak boleh kalah oleh emosi massa. Sekecil apa pun pencurian, prosedur hukum tetap satu-satunya jalan," tambahnya.

Fenomena Main Hakim Sendiri Meningkat?

Kasus di Bali ini bukan yang pertama. Data kepolisian menunjukkan lonjakan aksi vijilan dalam dua tahun terakhir. Faktor pemicu beragam: dari ketidakpercayaan pada penegakan hukum hingga provokasi di media sosial. Irawan menyoroti kegagalan kolektif ini. "Kita perlu introspeksi. Ini pertanda darurat sosial," ujarnya.

Respons dan Status Terkini

Hingga berita ini diturunkan, Polres setempat masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi mata. UPDATE: Beberapa saksi kunci telah diamankan untuk dimintai keterangan. Belum ada tersangka yang diumumkan secara resmi. Keluarga korban dilaporkan syok dan menuntut keadilan.

"Kami pastikan proses hukum berjalan transparan. Pelaku akan ditindak sesuai aturan," singkat seorang perwira yang enggan disebut namanya.

Peringatan Keras bagi Publik

Ahmad Irawan menutup pernyataannya dengan peringatan. "Masyarakat harus percaya pada sistem. Jika tidak, anarki yang terjadi. Dan korban berikutnya bisa siapa saja," tegasnya. Ia juga meminta tokoh masyarakat dan agama turut meredam gejolak dan menyebarkan pesan anti-vijilan.

KONFIRMASI: Komisi III DPR dijadwalkan akan memanggil Kapolri pekan depan untuk membahas maraknya aksi main hakim sendiri. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User