Sep 17, 2026
Nasional

Dokter Spesialis Ungkap Penyebab Telinga Gatal dan Cara Penanganannya

Keluhan rasa gatal di dalam liang telinga kerap dialami oleh banyak orang dan sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa diselesaikan secara ma

Dokter Spesialis Ungkap Penyebab Telinga Gatal dan Cara Penanganannya

Keluhan rasa gatal di dalam liang telinga kerap dialami oleh banyak orang dan sering kali dianggap sebagai gangguan ringan yang bisa diselesaikan secara mandiri. Namun, para pakar kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) mengingatkan bahwa sensasi gatal tersebut bisa menjadi indikator adanya masalah medis mendasar yang memerlukan perhatian khusus.

Alih-alih membersihkannya dengan benda asing, penanganan keluhan ini harus disesuaikan dengan sumber pemicunya agar tidak menimbulkan komplikasi serius seperti infeksi lanjutan hingga kerusakan gendang telinga.

"Mengorek telinga saat terasa gatal justru dapat memperparah iritasi dan mendorong kotoran masuk lebih dalam. Penting untuk mengidentifikasi penyebab pastinya terlebih dahulu," ujar praktisi kesehatan THT dalam edukasi kesehatan publik.

Faktor Utama Pemicu Sensasi Gatal pada Saluran Telinga

Berdasarkan laporan medis dermatologi dan otolaringologi, setidaknya terdapat tujuh penyebab utama yang memicu timbulnya rasa gatal di dalam liang telinga:

  • Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen): Produksi serumen yang berlebih atau mengeras dapat menyumbat liang telinga dan memicu iritasi serta sensasi gatal yang intens.
  • Infeksi Liang Telinga Luar (Otitis Eksterna): Dikenal juga sebagai swimmer's ear, infeksi bakteri ini terjadi ketika air terperangkap di saluran telinga sehingga menciptakan lingkungan lembap bagi kuman.
  • Infeksi Jamur (Otomikosis): Pertumbuhan jamur pada liang telinga sering menimbulkan rasa gatal luar biasa yang disertai sensasi penuh atau keluarnya cairan keputihan.
  • Kulit Liang Telinga Kering: Kurangnya produksi minyak alami pelindung telinga membuat lapisan kulit menjadi bersisik, kering, dan mudah gatal.
  • Dermatitis Kontak atau Alergi: Reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu, seperti sampo, hairspray, pewarna rambut, atau logam pada anting-anting.
  • Kondisi Kulit Kronis (Eksim dan Psoriasis): Masalah peradangan kulit sistemik dapat menyebar hingga ke area dalam maupun daun telinga.
  • Penggunaan Earphone atau Alat Bantu Dengar yang Kotor: Perangkat audio yang jarang dibersihkan menjadi sarang bakteri dan memicu kelembapan berlebih di liang telinga.

Tahapan Penanganan Tepat Berdasarkan Kronologi Gejala

Untuk menghindari cedera liang telinga, para ahli merekomendasikan langkah penanganan bertahap sebagai berikut:

  1. Hentikan Penggunaan Benda Asing: Segera hentikan kebiasaan mengorek telinga dengan cotton bud, jepit rambut, atau jari tangan saat rasa gatal mulai muncul.
  2. Jaga Saluran Telinga Tetap Kering: Gunakan penutup telinga saat berenang atau mandi untuk mencegah air masuk ke dalam rongga telinga.
  3. Gunakan Obat Tetes Telinga Sesuai Indikasi: Teteskan minyak mineral khusus atau obat tetes pelunak serumen jika keluhan disebabkan oleh kotoran yang mengeras.
  4. Bersihkan Perangkat Audio Secara Berkala: Sanitasi bantalan earphone atau alat bantu dengar menggunakan cairan antiseptik sebelum digunakan kembali.
  5. Konsultasi ke Dokter Spesialis THT: Lakukan pemeriksaan medis jika rasa gatal disertai nyeri hebat, pembengkakan, penurunan pendengaran, atau keluarnya cairan berbau.

Dokter akan melakukan tindakan irigasi liang telinga, mikro-suction, atau meresepkan obat tetes antibiotik dan antijamur sesuai dengan diagnosis akhir. Penanganan tepat sejak dini dinilai ampuh memulihkan kenyamanan indra pendengaran tanpa risiko kerusakan permanen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User