Sep 17, 2026
Nasional

SEMARANG — Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Langkah tegas kembali diambil pemerintah pusat untuk menghentikan laju penyebaran penyakit tuberkulosis yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan ma

SEMARANG — Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Langkah tegas kembali diambil pemerintah pusat untuk menghentikan laju penyebaran penyakit tuberkulosis yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus secara langsung memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di RSUP Dr. Kariadi, Kota Semarang. Pertemuan strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, hingga para tenaga medis profesional.

Dalam forum tersebut, atmosfer keseriusan begitu terasa mengingat Indonesia saat ini masih bertengger di jajaran negara dengan beban kasus tuberkulosis tertinggi di dunia. Kota Semarang menjadi saksi bisu konsolidasi nasional ini, di mana RSUP Dr. Kariadi dipilih sebagai lokasi diskusi utama mengingat perannya yang sangat vital sebagai rumah sakit rujukan penanganan kasus penyakit menular kompleks di wilayah Jawa Tengah.

Sinergi Lintas Sektor dan Komitmen Daerah

Wamendagri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa penanganan tuberkulosis tidak bisa lagi dilakukan dengan pola kerja biasa atau sektoral semata. Diperlukan kolaborasi masif dan komitmen politik yang kuat dari setiap kepala daerah di Jawa Tengah untuk mengalokasikan anggaran serta sumber daya yang memadai. Menurutnya, Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan harus dijadikan prioritas utama oleh jajaran pemerintah daerah.

"Penanggulangan tuberkulosis memerlukan komitmen nyata dari seluruh jajaran pemerintah daerah. Kita tidak boleh membiarkan masyarakat berjuang sendirian melawan penyakit ini. Sinergi antara Kemendagri, Kementerian Kesehatan, dan Pemda adalah kunci utama untuk mencapai target Indonesia bebas TB," ujar Akhmad Wiyagus di hadapan para peserta rapat.

Penguatan peran dinas kesehatan hingga tingkat puskesmas menjadi salah satu poin krusial yang ditegaskan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah Daerah Jawa Tengah dituntut untuk meningkatkan alokasi anggaran kesehatan secara optimal, khususnya untuk kegiatan pelacakan kontak erat pasien, penyediaan obat-obatan yang terjamin, serta edukasi publik guna mengikis stigma negatif di tengah masyarakat.

Strategi Penemuan Kasus Aktif dan Pengobatan Tuntas

Selain komitmen anggaran, rapat koordinasi ini menyoroti perlunya percepatan penemuan kasus secara aktif (active case finding). Selama ini, banyak penderita tuberkulosis yang terlambat terdeteksi sehingga berpotensi menularkan bakteri kepada keluarga maupun lingkungan sekitar. Oleh karena itu, skema pemeriksaan masif dan skrining dini di pemukiman padat penduduk serta kelompok rentan terus digalakkan.

RSUP Dr. Kariadi Semarang memegang peran kunci dalam memfasilitasi penanganan medis tingkat lanjut, terutama untuk kasus Tuberkulosis Resistan Obat (TB-RO) yang membutuhkan penanganan khusus dan waktu pengobatan yang lebih panjang. Intervensi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan rumah sakit rujukan harus berjalan secara berkesinambungan tanpa hambatan birokrasi.

Berikut adalah fokus strategi penanggulangan tuberkulosis yang diselaraskan dalam rapat koordinasi tersebut:

Pilar Penanganan Fokus Intervensi Target Utama
Penemuan Dini (Skrining) Pelacakan kontak erat dan pelaporan aktif dari FKTP Menemukan 100% kasus tersembunyi di masyarakat
Pengobatan Standar Jaminan ketersediaan Obat Anti Tuberkulosis gratis Tingkat kesembuhan (Treatment Success Rate) di atas 90%
Pengawasan Ketat Pendampingan intensif oleh Pengawas Menelan Obat (PMO) Mencegah terjadinya kasus TB Resistan Obat (TB-RO)

Mengawal Target Eliminasi Tuberkulosis Tahun 2030

Langkah progresif yang diusung Kemendagri bersama Pemprov Jawa Tengah ini selaras dengan target global dan nasional untuk mengeliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Wamendagri menyampaikan bahwa Kemendagri akan terus memantau performa dan mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dalam pencapaian indikator SPM bidang kesehatan secara berkala.

Kemendagri berjanji memberikan pendampingan teknis sekaligus pengawasan ketat terhadap realisasi program penanggulangan TB di daerah. "Setiap jiwa yang terselamatkan dari bahaya tuberkulosis adalah bukti nyata keberhasilan negara dalam melindungi rakyatnya," pungkas Akhmad Wiyagus dengan nada penuh optimisme.

Diharapkan, hasil dari Rapat Koordinasi di RSUP Dr. Kariadi ini tidak hanya berhenti di atas kertas formulasi kebijakan, melainkan langsung ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan oleh seluruh jajaran pemerintah daerah se-Jawa Tengah demi mewujudkan generasi yang sehat, tangguh, dan produktif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User