Dokter Muda NTT Tewas Gantung Diri, Diduga Tertekan Intimidasi Anggota Dewan Saat Bertugas

Sebuah duka mendalam menyelimuti dunia kesehatan di Nusa Tenggara Timur. Seorang dokter muda berprestasi, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27), ditemukan mengakhiri hidu

Jul 06, 2026 - 13:31
0 0
Dokter Muda NTT Tewas Gantung Diri, Diduga Tertekan Intimidasi Anggota Dewan Saat Bertugas

Sebuah duka mendalam menyelimuti dunia kesehatan di Nusa Tenggara Timur. Seorang dokter muda berprestasi, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni yang akrab disapa dr. Icha (27), ditemukan mengakhiri hidupnya di kediaman pribadi. Berdasarkan penelusuran media kami, langkah tragis yang diambil oleh dokter Icha ini diduga kuat dipicu oleh tekanan psikologis berat berupa intimidasi yang dilakukan oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara.

Kabar berpulangnya almarhumah sontak memicu gelombang kemarahan publik, khususnya di kalangan tenaga medis. Pasalnya, insiden yang diduga menjadi pemicu utama depresi berat pada korban terjadi justru saat ia sedang menjalankan tanggung jawab mulianya sebagai garda terdepan penolong pasien di sebuah rumah sakit.

Kronologi Insiden di IGD RS Leona Kefamenanu

Insiden nahas yang menghancurkan mental dr. Icha bermula pada 13 Juni 2026 di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu. Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari para saksi dan rekan sejawat korban, peristiwa berlangsung saat dr. Icha yang tengah berdinas malam bersama beberapa tenaga kesehatan lainnya harus berhadapan dengan seorang anggota dewan yang datang dengan emosi yang meluap-luap.

Oknum anggota DPRD itu diduga tidak terima dengan prosedur medis yang diterapkan oleh dokter Icha kepada salah satu pasien yang diduga memiliki hubungan kerabat dengannya. Saat itu, dr. Icha dinilai tidak memberikan prioritas penanganan yang diinginkan oleh sang oknum, meskipun penanganan tersebut dilakukan berdasarkan standar triase kegawatdaruratan profesional.

"Kejadiannya malam itu sangat menegangkan. Oknum tersebut datang membawa pengawal dan membentak-bentak dokter Icha di depan banyak pasien. Ia memaki dengan kata-kata yang sangat kasar dan merendahkan profesi," ungkap sumber internal rumah sakit yang enggan disebutkan identitasnya dalam laporan media kami.

Tidak hanya intimidasi verbal, dalam data yang dihimpun, oknum dewan tersebut juga merekam video amatir menggunakan ponsel pribadinya sembari terus menghardik dr. Icha. Video tersebut bahkan disebarkan melalui pesan instan ke beberapa grup percakapan. Tekanan ini diperparah dengan kedatangan oknum dewan itu keesokan harinya untuk kembali melayangkan protes keras kepada pihak manajemen rumah sakit.

Sejak kejadian itu, rekan-rekan sesama dokter melihat perubahan signifikan pada kondisi psikis dr. Icha. Sosok yang biasanya ceria dan bersemangat itu berubah menjadi pendiam dan sering melamun. Ia dilaporkan sangat ketakutan menghadapi jam kerja dan terus dihantui rasa cemas akibat ancaman pelaporan ke pihak berwajib yang dilontarkan oleh sang oknum.

Hingga berita ini diturunkan, dr. Icha telah dimakamkan di kediaman keluarga dengan tangis haru para kolega dan pasien yang sangat kehilangan. Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Timor Tengah Utara menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut dugaan perundungan dan intimidasi yang menyebabkan kematian dokter muda tersebut.

Kami di Beritatercepat.com mengingatkan bahwa tindakan bunuh diri bukanlah solusi. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi, kecemasan akut, atau memiliki kecenderungan pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling kesehatan mental terdekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User