Sep 17, 2026
Nasional

Dokter Kunal Sood Bagikan Tiga Kebiasaan untuk Jaga Paru-Paru Optimal

Kesehatan organ pernapasan kerap diabaikan hingga seseorang mengalami keluhan sesak atau penurunan stamina yang signifikan. Di tengah meningkatnya paparan

Dokter Kunal Sood Bagikan Tiga Kebiasaan untuk Jaga Paru-Paru Optimal

Kesehatan organ pernapasan kerap diabaikan hingga seseorang mengalami keluhan sesak atau penurunan stamina yang signifikan. Di tengah meningkatnya paparan polusi udara dan pola hidup sedentari di perkotaan, menjaga fungsi paru-paru menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap individu. Pakar kesehatan sekaligus praktisi medis, dr. Kunal Sood, mengungkapkan bahwa menjaga kapasitas paru-paru sebenarnya tidak membutuhkan metode yang rumit, melainkan konsistensi dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat harian.

Menurut dr. Sood, kesehatan sistem pernapasan bertumpu pada sinergi antara aktivitas fisik, kontrol pernapasan sadar, hingga kesehatan pencernaan. Dengan menerapkan tiga langkah mendasar secara berkesinambungan, efisiensi pertukaran oksigen dalam tubuh dapat ditingkatkan secara optimal.

1. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik dan Kardio

Langkah pertama yang sangat dianjurkan adalah meluangkan waktu untuk berolahraga secara teratur. Olahraga kardiovaskular, seperti jalan cepat, berlari, bersepeda, hingga berenang, memaksa organ jantung dan paru-paru bekerja lebih efektif untuk menyuplai oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

"Saat Anda berolahraga, otot-otot membutuhkan lebih banyak oksigen, yang membuat paru-paru bekerja lebih keras untuk memenuhinya. Seiring waktu, latihan rutin ini akan memperkuat otot diafragma dan memperbesar kapasitas fungsional paru-paru," terang dr. Kunal Sood dalam edukasi kesehatannya.

Beberapa poin penting terkait latihan fisik untuk paru-paru meliputi:

  • Durasi ideal: Lakukan aktivitas intensitas sedang minimal 150 menit per minggu.
  • Variasi latihan: Kombinasikan latihan aerobik dengan penguatan otot inti untuk mendukung postur pernapasan yang baik.
  • Konsistensi: Aktivitas ringan harian jauh lebih efektif dibanding olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.

2. Mempraktikkan Latihan Pernapasan Khusus

Selain olahraga umum, melatih paru-paru secara langsung melalui teknik pernapasan terkontrol menjadi kunci kedua. Kebanyakan orang bernapas secara dangkal hanya menggunakan dada bagian atas, yang membuat pertukaran udara di bagian bawah paru-paru tidak maksimal.

Melatih pernapasan diafragma (diaphragmatic breathing) atau teknik pursed-lip breathing terbukti secara klinis mampu membersihkan sisa udara kotor yang terperangkap di dalam kantung alveolus. Latihan ini juga membantu menenangkan sistem saraf simpatik, menurunkan kadar hormon stres kortisol, dan memaksimalkan volume oksigen yang diserap tubuh.

3. Menjaga Keseimbangan Mikrobioma Usus (Gut-Lung Axis)

Faktor ketiga yang jarang disadari banyak orang adalah keterkaitan erat antara saluran pencernaan dan organ pernapasan, yang dikenal dalam dunia medis sebagai gut-lung axis. Keseimbangan bakteri baik di dalam usus memainkan peran penting dalam memodulasi sistem kekebalan tubuh serta menekan peradangan sistemik yang bisa memicu gangguan saluran napas.

Mengonsumsi makanan tinggi serat, sayuran hijau, buah-buahan kaya antioksidan, serta makanan fermentasi yang mengandung probiotik alami akan memperkuat respons imunitas paru-paru terhadap infeksi bakteri maupun virus patogen.

Dengan memadukan ketiga pilar ini—olahraga teratur, latihan pernapasan, dan asupan nutrisi ramah usus—kualitas hidup dan daya tahan paru-paru akan tetap terjaga prima hingga usia lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User