Aug 31, 2026
breaking

Dokter Intern Tewas Diduga Melompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata

JAKARTA SELATAN — Seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship ditemukan tewas mengenaskan di kompleks apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Korban berinisial SZM diduga kuat nekat me...

Dokter Intern Tewas Diduga Melompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata

JAKARTA SELATAN — Seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship ditemukan tewas mengenaskan di kompleks apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Korban berinisial SZM diduga kuat nekat melompat dari balkon unit huniannya yang berada di lantai 18.

Penemuan Jasad Gegerkan Penghuni

Jasad SZM pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan apartemen pada Rabu dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Petugas yang mendengar suara benturan keras segera mengecek area taman di dasar gedung dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saksi mata menyebut korban terjatuh dari ketinggian dan mengalami cedera parah di sekujur tubuh.

Pihak manajemen apartemen segera melapor ke Polsek Pancoran. Tim Inafis dan unit identifikasi tiba di lokasi 30 menit setelah laporan. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) berlangsung sekitar dua jam, dengan petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari unit apartemen lantai 18 yang diduga milik korban.

Identitas dan Status Kepegawaian

Dari data yang dihimpun, SZM merupakan dokter umum yang sedang menempuh masa internship atau program wajib praktik pasca koas di salah satu rumah sakit rujukan di Jakarta Timur. Belum genap tiga bulan ia bertugas, insiden ini langsung mengagetkan kalangan medis. Pihak rumah sakit enggan berkomentar resmi, namun menyebut bahwa SZM dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi dan tidak menunjukkan tanda-tanda depresi berat selama masa orientasi.

Dugaan Motif dan Rekaman CCTV

Polisi masih mendalami penyebab aksi nekat ini. Reskrim Polsek Pancoran mengamankan rekaman kamera pengawas di lantai 18 yang menunjukkan gerak-gerik mencurigakan beberapa saat sebelum kejadian. Rekaman itu kini menjadi kunci penyelidikan. Berdasarkan gambar yang terekam, tidak ada orang lain yang masuk atau keluar dari unit korban selepas tengah malam, sehingga dugaan awal mengarah pada bunuh diri.

Kompol Andi Sutrisno, Kapolsek Pancoran, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan motif. “Kami masih memeriksa riwayat komunikasi digital korban dan mewawancarai rekan sejawat untuk melihat kemungkinan adanya tekanan pekerjaan atau masalah pribadi,” ujarnya. Ia menambahkan, jasad korban telah dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo untuk autopsi.

Respons dan Himbauan

Insiden ini memicu diskusi soal tekanan mental di kalangan tenaga medis, terutama dokter internship yang kerap menghadapi jam kerja panjang dan beban administratif. Organisasi profesi kedokteran belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun di media sosial, banyak rekan sejawat menyuarakan dukungan bagi keluarga korban dan mengingatkan pentingnya sistem pendampingan psikologis yang lebih mudah diakses.

Pihak apartemen Kalibata sendiri memperketat pengamanan di balkon dan area publik selama proses penyelidikan berlangsung. Manajemen apartemen juga melarang akses ke lantai 18 tanpa pengawasan hingga status unit tersebut jelas secara hukum. Sementara itu, jasad SZM rencananya akan diserahkan ke pihak keluarga di Cirebon pada hari Kamis setelah proses autopsi selesai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User