Diduga Hendak Curi Motor, Pria Tewas Dikeroyok Massa di Morowali
MOROWALI, DETIK INI JUGA — Seorang pria berinisial S meregang nyawa setelah menjadi sasaran pengeroyokan brutal oleh sekelompok warga. Massa menuduhnya berupaya mencuri sepeda motor di wilayah Kabup...
MOROWALI, DETIK INI JUGA — Seorang pria berinisial S meregang nyawa setelah menjadi sasaran pengeroyokan brutal oleh sekelompok warga. Massa menuduhnya berupaya mencuri sepeda motor di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Insiden berdarah ini terjadi pada Senin dini hari (15/7) di sebuah permukiman padat di Kecamatan Bahodopi. Menurut keterangan saksi mata, korban sempat diteriaki maling sebelum akhirnya dihajar hingga tak berdaya.
Kronologi Singkat
Aksi main hakim sendiri itu bermula ketika warga mencurigai gerak-gerik S di sekitar area parkir. Sejumlah saksi mengaku melihat pria tersebut mencoba merusak kunci kontak sebuah motor matik yang terparkir di depan rumah warga.
“Warga langsung berteriak dan mengepung pelaku. Dalam hitungan menit, korban sudah terkapar bersimbah darah,” ujar seorang saksi yang enggan disebut namanya.
Korban sempat berusaha melarikan diri, namun massa yang sudah kalap menangkap dan menghujaninya dengan pukulan serta benda tumpul. Tim medis yang tiba di lokasi menyatakan korban sudah tidak bernyawa.
Menurut warga sekitar, korban bukan warga setempat. Ia diduga merupakan bagian dari sindikat pencurian kendaraan bermotor yang beberapa bulan terakhir meresahkan warga Bahodopi. Namun, belum ada bukti kuat yang mengaitkan korban dengan jaringan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dada akibat hantaman benda keras. Tidak ditemukan identitas selain inisial S yang tertera pada pakaiannya.
Polisi Bergerak Cepat
Kepolisian Resor Morowali langsung mengamankan lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk keperluan autopsi. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
“Kami masih mendalami kasus ini, baik dari sisi dugaan pencurian maupun tindakan pengeroyokan yang berujung hilangnya nyawa seseorang. Hingga kini, kami telah mengantongi identitas beberapa terduga pelaku pengeroyokan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP Budi Santoso, dalam konferensi pers.
Pihak kepolisian juga menyita barang bukti berupa sepeda motor yang diduga menjadi sasaran pencurian, serta alat yang digunakan pelaku untuk merusak kunci. Penyelidikan diarahkan ke penerapan pasal pencurian dengan kekerasan serta pengeroyokan yang mengakibatkan kematian.
Himbauan Tegas
Peristiwa ini kembali menyorot maraknya aksi main hakim sendiri di tanah air. Kapolres Morowali mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan tindak kriminal.
“Jangan sampai tindakan emosional justru menimbulkan korban jiwa. Serahkan sepenuhnya kepada aparat. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang mencoba mengambil hukum ke tangan sendiri,” tegasnya.
Data Polri mencatat, sepanjang tahun lalu terdapat lebih dari 200 kasus pengeroyokan oleh massa di Indonesia, sebagian besar dipicu oleh tudingan pencurian. Mayoritas berakhir dengan korban luka berat hingga meninggal dunia.
Pihak keluarga korban yang dihubungi mengaku terpukul. Mereka meminta polisi mengusut tuntas pelaku pengeroyokan dan menolak stigma pencuri yang dialamatkan kepada almarhum. “Dia orang baik, mungkin hanya salah paham,” ucap seorang kerabat di rumah duka.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Polisi masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi potensi aksi susulan dari keluarga korban maupun warga setempat. Kasus ini masih dalam penyelidikan intensif.
Comments (0)