Sep 17, 2026
Hukum

Dhaka — Aksi Lintas Batas India Dinilai Timbulkan Ketimpangan Keadilan

Sorotan terhadap tindakan represif lintas batas yang melibatkan otoritas India kembali mencuat ke panggung internasional. Perhatian publik dunia kini tertu

Dhaka — Aksi Lintas Batas India Dinilai Timbulkan Ketimpangan Keadilan

Sorotan terhadap tindakan represif lintas batas yang melibatkan otoritas India kembali mencuat ke panggung internasional. Perhatian publik dunia kini tertuju pada disparitas penegakan hukum yang mencolok, membandingkan respons global terhadap operasi intelijen India di negara-negara Barat dengan impunitas penembakan warga sipil di sepanjang perbatasan Bangladesh.

Kritik mendalam ini berakar dari rekam jejak panjang kekerasan perbatasan yang belum pernah menemukan titik terang keadilan substantif, sementara insiden serupa di kawasan Barat langsung memicu penyelidikan tingkat tinggi dan kecaman diplomatik global.

Tragedi Felani Khatun: Simbol Luka Perbatasan yang Tak Kunjung Sembuh

Jauh sebelum pengakuan bersalah di pengadilan New York membuka dugaan keterlibatan aparat pemerintah India dalam rencana pembunuhan aktivis Sikh, wilayah perbatasan Asia Selatan telah lama menjadi saksi bisu kekerasan tanpa pertanggungjawaban hukum.

Pada 7 Januari 2011, seorang remaja perempuan Bangladesh berusia 15 tahun bernama Felani Khatun ditembak mati oleh Pasukan Keamanan Perbatasan India (Border Security Force atau BSF). Felani tewas saat berusaha melintasi pagar pembatas bersama ayahnya di kawasan dekat Kurigram. Foto jasadnya yang tergantung tanpa nyawa di kawat berduri selama berjam-jam memicu kemarahan publik dan menjadi simbol paling menyakitkan atas relasi yang tidak setara antara Dhaka dan New Delhi.

"Kematian tragis Felani Khatun bukan sekadar insiden tunggal, melainkan cerminan dari tiadanya mekanisme akuntabilitas yang tegas ketika pelanggaran hak asasi terjadi di halaman belakang kawasan regional," ungkap laporan pengamat hak asasi manusia setempat.

Kronologi dan Lonjakan Korban Kekerasan BSF

Kematian Felani terbukti bukan peristiwa terakhir. Data lapangan menunjukkan bahwa aksi penembakan dan kekerasan bersenjata di wilayah perbatasan terus memakan korban jiwa warga sipil tak bersenjata secara berkala:

  1. Periode 2014 hingga Februari 2026: Data organisasi hak asasi manusia Ain o Salish Kendra (ASK) mencatat sebanyak 285 warga sipil Bangladesh tewas ditembak oleh BSF, atau rata-rata mencapai 24 korban jiwa per tahun.
  2. Semester Pertama 2026: Eskalasi kekerasan kembali merenggut sedikitnya 10 nyawa warga Bangladesh dalam rentang enam bulan pertama akibat insiden bersenjata di perbatasan.
  3. Februari 2026: Berbagai koalisi masyarakat sipil kembali mendesak transparansi militer India atas persidangan internal BSF yang berulang kali membebaskan anggotanya dari jerat pidana umum.

Standar Ganda Akuntabilitas Antar-Kawasan

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan kontras yang tajam dalam respons internasional. Ketika dugaan plot pembunuhan lintas batas menargetkan aktivis seperti Hardeep Singh Nijjar di Kanada atau target politik lainnya di Amerika Serikat, negara-negara Barat merespons dengan tekanan diplomatik masif, dakwaan peradilan terbuka, dan investigasi mendalam.

Sebaliknya, ratusan korban di Bangladesh menghadapi dinding impunitas yang tebal. Rekomendasi reformasi pengamanan perbatasan yang sering disuarakan mencakup poin-poin krusial:

  • Penghentian penggunaan peluru tajam mematikan terhadap warga sipil yang melintas batas tanpa senjata.
  • Pembentukan tim investigasi independen bilateral untuk mengadili personel keamanan yang melanggar hukum internasional.
  • Pemberian ganti rugi dan kompensasi penuh serta pengakuan resmi terhadap keluarga korban kekerasan perbatasan.

Kesenjangan penegakan hukum ini menegaskan bahwa keadilan lintas batas masih ditentukan oleh posisi geopolitik dan kekuatan tawar diplomatik negara yang menjadi korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User