JAKARTA — BARU SAJA, Destry Damayanti dikonfirmasi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia (BI). Keputusan ini diumumkan dalam hitungan jam setelah Perry Warjiyo menyatakan mundur dari jabatan puncak bank sentral.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar secara mendadak siang ini menetapkan Destry langsung mengisi kekosongan kursi nomor satu. “Kami bergerak cepat untuk memastikan tidak ada kekosongan kepemimpinan yang mengganggu operasional dan stabilitas moneter,” demikian pernyataan resmi BI.
Darurat Kepemimpinan Terselesaikan
Situasi darurat muncul setelah Perry Warjiyo mengajukan pengunduran diri. Belum ada pernyataan terperinci soal alasan mundur, namun sumber internal menyebut faktor kelelahan fisik pasca menavigasi badai ekonomi global dan keinginan membuka jalan regenerasi. Mundurnya Perry menyisakan kekosongan yang berpotensi memicu spekulasi pasar jika tidak segera diatasi.
Mekanisme pengangkatan Plt sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Secara otomatis, Deputi Gubernur Senior naik menjadi pelaksana tugas hingga DPR menyetujui gubernur definitif yang diajukan Presiden. Destry, yang memegang posisi deputi senior sejak 2020, langsung menjalankan fungsi penuh Gubernur BI.
Profil Destry Damayanti
Destry bukan figur asing di sektor moneter dan keuangan. Lahir tahun 1968, ia mengawali karier sebagai ekonom di lembaga riset dan internasional sebelum memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada periode 2010–2015. Masuk BI pada 2015, ia memegang sejumlah jabatan strategis termasuk kepala bidang moneter. Rekam jejaknya mencakup perumusan kebijakan suku bunga, stabilisasi nilai tukar, dan penguatan sektor perbankan di masa krisis.
Pengangkatan ini turut mencatat sejarah: Destry menjadi perempuan kedua yang memimpin bank sentral Indonesia, melanjutkan jejak Miranda S. Goeltom yang menjabat Plt Gubernur pada 2009 setelah Boediono mundur. Pengalaman luasnya dinilai menjadi jaminan bahwa transisi ini berjalan mulus tanpa goncangan.
Respons Pasar dan Agenda Mendesak
Pasar langsung merespons tenang. Nilai tukar rupiah hanya bergerak tipis di kisaran Rp15.600 per dolar AS, menunjukkan investor telah mengantisipasi skenario suksesi ini. Analis memperkirakan kebijakan moneter saat ini akan tetap dipertahankan karena Destry dikenal sebagai figur yang memegang teguh independensi BI.
Tugas mendesak kini menanti: menjaga inflasi dalam sasaran, merespons dinamika suku bunga global, serta mempersiapkan transisi menuju gubernur definitif. Sejumlah nama mulai mencuat, termasuk dari internal BI dan mantan pejabat Kementerian Keuangan. Namun untuk saat ini, seluruh kewenangan penuh berada di tangan Destry Damayanti.
Comments (0)