Deschamps Akhiri Karier Timnas Prancis usai Kalah Telak dari Inggris
Kota Foxborough, Amerika Serikat — Perpisahan manis yang dinanti banyak pihak berubah menjadi kepahitan bagi Didier Deschamps. Manajer veteran timnas Pranc
Kota Foxborough, Amerika Serikat — Perpisahan manis yang dinanti banyak pihak berubah menjadi kepahitan bagi Didier Deschamps. Manajer veteran timnas Prancis itu harus mengakhiri masa baktinya dengan kepala tertunduk setelah Les Bleus menderita kekalahan telak 4-6 dari Inggris dalam pertandingan perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Stadion Gillette, Sabtu (19/7) malam waktu setempat.
Kekalahan ini bukan sekadar kegagalan meraih medali perunggu, tetapi juga menjadi catatan pahit penutup era kepelatihan Deschamps yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dan sukses membawa Prancis menjadi juara dunia pada 2018. Skor 4-6 menandai laga dengan aggregate gol tertinggi dalam sejarah perebutan tempat ketiga Piala Dunia.
Babak Pertama: Pertukaran Gol Sengit
Pertandingan berjalan sangat terbuka sejak awal. Inggris yang dikepalai Gareth Southgate tampil lebih agresif, memimpin terlebih dahulu melalui tendangan bebas brilian Jude Bellingham pada menit ke-12. Prancis tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan lewat Kylian Mbappé, yang memanfaatkan umpan tarik Ousmane Dembélé. Namun, keunggulan Inggris kembali tercipta melalui striker muda mereka, Marcus Thuram, yang secara ironis merupakan putra dari pemain Prancis legendaris Lilian Thuram. Skor 2-1 untuk The Three Lions bertahan hingga turun minum setelah Prancis gagal memanfaatkan beberapa peluang emas, termasuk sundulan Aurelien Tchouaméni yang membentur tiang.Ambruk di Babak Kedua
Babak kedua menjadi mimpi buruk bagi armada Deschamps. Inggris mencetak tiga gol dalam rentang waktu 15 menit, dimulai dari gol kedua Bellingham, diikuti oleh brace dari Bukayo Saka. Prancis sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol kedua Mbappé, namun gol telat dari Cole Palmer kembali merestorasi keunggulan tiga gol Inggris. Gol penghibur semata bagi Prancis dicetak oleh Marcus Thuram di masa injury time, yang justru mengundang sorak-sorai dari para pendukung Inggris yang hadir. Kiper Prancis, Mike Maignan, terlihat frustrasi dengan pertahanan yang rapuh, terutama pada gol-gol Saka yang bersumber dari kesalahan komunikasi di lini belakang."Ini adalah malam yang sangat menyedihkan. Kami memberikan segalanya, tetapi kenyataannya kami dihukum atas kesalahan-kesalahan fatal yang kami buat. Secara pribadi, ini akhir yang tidak saya inginkan, tetapi saya harus menerimanya. Saya bangga dengan perjalanan kami selama ini." — Didier Deschamps, Pelatih Timnas Prancis (2012-2026)Kekalahan ini mengonfirmasi Deschamps akan meletakkan jabatannya sesuai rencana. Sepanjang kariernya, ia memimpin Prancis dalam 196 pertandingan, mencatatkan 126 kemenangan, 31 imbang, dan 39 kekalahan. Trofi Piala Dunia 2018 dan Piala Eropa 2020 tetap menjadi warisan terbesarnya, meski perpisahan ini menyisakan rasa getir.
Statistik Pertandingan: Inggris Dominan
Berikut rincian statistik kunci dari pertandingan tersebut:- Penguasaan Bola: Prancis 48% vs Inggris 52%
- Tembakan ke Arah Gawang: Prancis 8 vs Inggris 14
- Peluang Emas: Prancis 3 vs Inggris 5
- Pemain Terbaik: Jude Bellingham (Inggris) - 2 Gol, 1 Assist
Comments (0)