Desak Made Sabet Emas Speed Putri di Chamonix 2026

CHAMONIX — Indonesia baru saja menambah koleksi emas di kancah internasional. Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil merebut medali emas nomor speed putri pada ajang World Climbing Series 2026 yang be...

Jul 12, 2026 - 07:18
0 0
Desak Made Sabet Emas Speed Putri di Chamonix 2026

CHAMONIX — Indonesia baru saja menambah koleksi emas di kancah internasional. Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil merebut medali emas nomor speed putri pada ajang World Climbing Series 2026 yang bergulir di Chamonix, Prancis, Selasa (12/5/2026) waktu setempat. Kemenangan ini menegaskan dominasi atlet Indonesia di cabang panjat tebing kecepatan dunia.

Detik-Detik Kemenangan yang Mendebarkan

Pada babak final yang berlangsung intens, Desak Made tampil impresif melawan pemanjat andalan Polandia, Aleksandra Miroslaw. Keduanya melesat di dinding 15 meter dengan kecepatan yang nyaris tak terlihat. Namun, catatan waktu 6,52 detik yang dibukukan Desak Made menjadi angka mutlak yang mengantarkannya ke podium tertinggi.

Sorak sorai pendukung Indonesia memecah keheningan venue saat papan skor menunjukkan hasil akhir. Sang atlet langsung sujud syukur sebelum merayakan kemenangan bersama tim pelatih. Unggul selisih 0,11 detik dari rival abadinya itu, Desak Made mengamankan medali emas ketiga untuk Indonesia sepanjang gelaran World Climbing Series tahun ini.

Jalur pertandingan tidak selalu mulus. Pada babak semifinal, atlet berusia 25 tahun ini sempat menghadapi tekanan berat dari wakil China, Niu Di, yang mencatatkan waktu 6,68 detik. Namun, Desak Made merespons dengan sempurna dan menutup laga dengan keunggulan meyakinkan. “Saya hanya fokus pada setiap gerakan, tidak memikirkan lawan. Dukungan tim sangat berarti,” ujar Desak Made usai pengalungan medali.

Lonjakan Prestasi Panjat Tebing Tanah Air

Tambahan emas dari Chamonix semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai kiblat baru speed climbing dunia. Sebelumnya, atlet putra Veddriq Leonardo juga sukses mengunci emas di nomor yang sama. Konsistensi ini menjadi modal berharga menuju babak kualifikasi Olimpiade 2028.

Pelatih kepala timnas panjat tebing, Hendra Basir, menyatakan keberhasilan ini hasil dari program pelatnas terpadu yang menggabungkan teknologi analisis gerak dan peningkatan kekuatan eksplosif. “Kami terus memetakan kekuatan lawan. Desak Made menunjukkan ketenangan luar biasa meski ditekan,” kata Hendra. Ia juga mengonfirmasi bahwa seluruh atlet akan kembali ke Jakarta untuk evaluasi singkat sebelum turun di seri berikutnya di Seoul.

Respon Positif dari Berbagai Pihak

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia langsung menyampaikan apresiasi melalui sambungan telepon. Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi atlet muda di dalam negeri. Sementara itu, Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) dalam keterangan tertulis menyebut kemenangan Desak Made sebagai salah satu momen terbaik sepanjang sejarah seri dunia.

Pantauan di media sosial, tagar #MadeUntukJuara langsung menempati posisi teratas trending topic. Warganet membanjiri unggahan dengan pesan dukungan dan gambar perayaan. Keberhasilan ini melengkapi perjalanan panjang sang atlet sejak memulai karier di usia remaja.

Target Selanjutnya: Olimpiade Los Angeles

Usai memastikan juara di Chamonix, Desak Made memastikan fokusnya kini terarah ke kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028. Ia akan kembali berlatih intensif untuk meningkatkan kecepatan dan konsistensi start. “Medali ini bukan akhir. Saya ingin mengulang kesuksesan di panggung Olimpiade,” tegasnya.

Ajang World Climbing Series 2026 sendiri masih menyisakan tiga seri lagi. Indonesia optimistis mampu mempertahankan posisi puncak klasemen overall. Dukungan dari masyarakat diyakini menjadi energi tambahan bagi seluruh kontingen untuk terus mengharumkan nama bangsa di pentas global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User