Desak Made Raih Emas Kedua di WCS Chamonix 2026
CHAMONIX, DETIK INI JUGA — Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengukir sejarah. Atlet andalan panjat tebing Indonesia itu BARU SAJA merebut medali emas nomor speed putri dalam World Climbing Series...
CHAMONIX, DETIK INI JUGA — Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mengukir sejarah. Atlet andalan panjat tebing Indonesia itu BARU SAJA merebut medali emas nomor speed putri dalam World Climbing Series (WCS) seri Chamonix 2026, Prancis, menit lalu.
Kemenangan telak ini dikonfirmasi langsung oleh ofisial Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) setelah Desak Made menaklukkan dinding 15 meter dengan catatan waktu sangat tajam. Tidak hanya emas, torehan ini sekaligus menjadi gelar beruntun kedua bagi sang ratu speed climbing Indonesia di lintasan legendaris Les Houches.
Detik-Detik Penentuan di Les Houches
Pertarungan puncak berlangsung dramatis. Desak Made, yang sebelumnya melewati babak kualifikasi tanpa cela, berhadapan dengan Natalia Kalucka (Polandia) yang juga tampil impresif. Namun, ledakan start dan ritme pijakan Desak Made tidak terbendung. Ia menyentuh sensor puncak dalam 6,38 detik, unggul 0,24 detik dari rivalnya.
Saksi mata di venue melaporkan teriakan pendukung Indonesia langsung menggema begitu papan skor digital menunjukkan angka kemenangan. Desak Made sempat mengepal tangan ke udara, lalu turun dengan senyum lebar yang menandakan misi mempertahankan mahkota sukses.
Berikut fakta kunci dari laga ini:
- Venue: Dinding panjat Les Houches, Chamonix, Prancis.
- Waktu final: 6,38 detik (rekor personal musim ini).
- Lawan di final: Natalia Kalucka (Polandia) dengan 6,62 detik.
- Prestasi beruntun: Emas WCS Chamonix 2025 & 2026.
- Status: Tiket otomatis menuju Grand Final WCS 2026 di Salt Lake City.
Gelar Kedua yang Menegaskan Dominasi
Dengan hasil ini, Desak Made kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sprinter vertikal paling konsisten di sirkuit internasional. Tahun lalu, di edisi Chamonix 2025, ia juga keluar sebagai yang tercepat dengan keunggulan mutlak. Kini, gelar keduanya menjadi bukti sistem pembinaan dan latihan intensif yang dijalani bersama Pelatnas panjat tebing Indonesia terus berbuah di lintasan dunia.
Manajer tim, melalui sambungan darurat, memberikan pernyataan singkat: “Desak Made dalam kondisi prima dan sangat fokus. Kami sudah memprediksi keunggulannya, tetapi tetap perlu diwaspadai tekanan dari atlet Eropa. Ternyata, dia menjawabnya dengan sempurna.”
Respons Desak Made dan Target Berikutnya
Dalam wawancara cepat usai seremoni medali, Desak Made mengutarakan rasa syukur dan tekad ganda. “Saya hanya berpikir untuk menikmati setiap detik di dinding. Ini untuk keluarga, pelatih, dan Indonesia,” ucapnya. Ia juga menyiratkan target besar selanjutnya: memuncaki klasemen akhir WCS 2026 sekaligus mempertajam persiapan menuju Asian Games.
Sementara itu, Kabid Binpres Pengurus Pusat FPTI menyatakan bahwa konsistensi Desak Made membuka peluang Indonesia untuk kembali menyapu bersih nomor speed di multi-event. “Setelah ini kami akan langsung melakukan evaluasi teknis untuk seri berikutnya di Villars. Target kami jelas, mengunci poin maksimal agar posisi di ranking dunia semakin aman.”
Pantauan Beritatercepat, evakuasi euforia mulai terlihat di basecamp tim Indonesia. Baliho ucapan selamat sudah disiapkan dan para atlet lain langsung melakukan sesi pendinginan sambil menyambut sang juara. Hingga berita ini diturunkan, bendera Merah Putih masih berkibar di area podium Les Houches, menandai malam bersejarah bagi panjat tebing Indonesia.
Comments (0)