Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua, Buka Kembali Bandara Husein
BARU SAJA, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap angkutan kota tua dan segera mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini menjadi ba...
BARU SAJA, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap angkutan kota tua dan segera mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara. Langkah ini menjadi bagian dari revolusi transportasi provinsi.
Evaluasi Angkot dan Transformasi Kepemilikan
Salah satu poin krusial yang diumumkan adalah pemeriksaan ketat terhadap seluruh armada angkot yang telah beroperasi lebih dari 15 tahun. KDM, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa kendaraan yang tidak lolos uji emisi dan uji kelaikan akan dilarang beroperasi. Ia tidak hanya berhenti pada larangan, tetapi juga mendorong para sopir untuk menjadi pemilik sah armada melalui skema kredit lunak dan pembentukan koperasi transportasi.
Menurut keterangannya, pemerintah provinsi telah menyiapkan paket pembiayaan khusus yang memungkinkan pengemudi mengangsur unit baru dengan bunga rendah. "Kami tidak ingin hanya melarang. Kami ingin memberdayakan. Sopir harus naik kelas, tidak sekadar menyetir," ujarnya dalam konferensi pers yang berlangsung cepat dan padat di Bandung.
- Batas usia angkot: Maksimal 15 tahun atau wajib pensiun.
- Skema kepemilikan: Kredit khusus lewat koperasi, tanpa agunan berlebih.
- Sanksi: Larangan operasi permanen bagi armada yang membandel.
Dorongan Besar ke Kendaraan Listrik
KDM secara spesifik menyampaikan fokus utama pada transisi ke kendaraan listrik. Ia tidak lagi melihat ruang bagi angkot berbahan bakar fosil di kawasan perkotaan yang padat polusi. Pemerintah provinsi, katanya, telah bernegosiasi dengan beberapa produsen untuk menyediakan angkot listrik dengan harga terjangkau dan kemudahan pengisian daya.
Stasiun pengisian listrik akan dibangun di sejumlah terminal utama dan pusat perbelanjaan sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur transportasi. Langkah ini sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon hingga 30 persen pada akhir masa jabatannya.
- Target elektrifikasi: 500 unit angkot listrik beroperasi dalam dua tahun ke depan.
- Infrastruktur pengisian: 50 titik stasiun pengisian cepat di terminal dan area publik.
- Insentif: Pembebasan pajak kendaraan bermotor selama tiga tahun pertama.
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara
Tidak hanya transportasi darat, Dedi Mulyadi juga membawa kabar besar mengenai Bandara Husein Sastranegara. Pemerintah provinsi telah menandatangani nota kesepakatan untuk membuka kembali bandara tersebut bagi penerbangan komersial terbatas. Selama ini, bandara itu hanya melayani penerbangan militer dan carter VIP.
Menurut pernyataannya, pembukaan ini akan mengurangi beban Bandara Kertajati sekaligus memudahkan akses warga Bandung Raya. Penerbangan yang diizinkan adalah rute jarak pendek dengan pesawat berkapasitas kecil, menggunakan jadwal tertentu yang tidak mengganggu aktivitas militer.
"Ini bukan sekadar membuka gate. Ini soal konektivitas dan efisiensi. Bandara ini milik warga," tegasnya. Otoritas bandara akan segera mengumumkan rute-rute percontohan, termasuk penerbangan ke beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan.
- Status: Aktif kembali sebagai bandara komersial terbatas.
- Rute: Jarak pendek, maksimal 2 jam terbang.
- Jadwal: Terbatas, di luar jam sibuk militer.
Cetak Biru Infrastruktur Transportasi 2027
Seluruh rencana ini merupakan bagian dari cetak biru besar yang akan diselesaikan akhir tahun ini. Dedi Mulyadi memastikan bahwa seluruh perbaikan jalan menuju terminal, penambahan halte pintar, serta integrasi pembayaran digital akan dikebut bersamaan. Ia meminta seluruh kepala dinas terkait untuk bekerja tanpa birokrasi berbelit. Proyek ini diklaim akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi daerah secara langsung.
"Waktunya sudah habis untuk rapat-rapat yang tidak jelas. Kita eksekusi sekarang, atau masyarakat akan meninggalkan kita," tutupnya tegas. Warga kini menanti realisasi cepat dari komitmen yang sudah dipaparkan.
Comments (0)