Darurat! Khofifah Perintahkan Kolaborasi Selamatkan Sungai

SURABAYA, BREAKING NEWS — Gubernur Khofifah Indar Parawansa melontarkan peringatan keras dalam peringatan Hari Sungai Nasional 2026, mendesak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak serentak menyel...

Jul 28, 2026 - 07:54
0 0
Darurat! Khofifah Perintahkan Kolaborasi Selamatkan Sungai

SURABAYA, BREAKING NEWS — Gubernur Khofifah Indar Parawansa melontarkan peringatan keras dalam peringatan Hari Sungai Nasional 2026, mendesak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak serentak menyelamatkan ekosistem sungai yang terus terdegradasi.

"Kondisi sungai kita sudah pada titik kritis," tegasnya dalam seremoni yang digelar pagi ini di tepian Sungai Brantas. "Tanpa kolaborasi massif, warisan alam ini akan tinggal cerita."

Titik Kritis Perairan

Sungai-sungai di Jawa Timur menghadapi tekanan hebat dari limbah industri, sedimentasi, dan alih fungsi lahan. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan peningkatan titik pencemaran hingga 15% dalam dua tahun terakhir.

Beberapa fakta kunci:

  • 7 sungai utama di Jatim masuk kategori tercemar berat
  • 12.000 ton sampah mengalir setiap tahun ke perairan
  • 45% daerah aliran sungai (DAS) mengalami erosi

Khofifah menekankan bahwa pendekatan top-down sudah tidak efektif. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh tangan, pikiran, dan hati dari semua," ujarnya.

Kolaborasi Multi-Pihak Digaungkan

Inisiatif baru ini melibatkan tiga pilar utama: pengawasan berbasis komunitas, pendanaan berkelanjutan dari sektor swasta, dan penegakan hukum yang tanpa kompromi.

"Kami membentuk satuan tugas sungai di 38 kabupaten/kota. Relawan lokal akan menjadi mata dan telinga, melaporkan setiap pelanggaran secara real-time," jelas Kepala Dinas PUPR.

Lebih dari 50 perusahaan telah menandatangani komitmen untuk mengadopsi segmen sungai, mendanai program restorasi dan pembersihan rutin.

Program ini ditargetkan mencakup 500 kilometer aliran sungai dalam tiga tahun ke depan. Setiap perusahaan wajib mempublikasikan laporan kemajuan setiap kuartal.

Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Peringatan Hari Sungai kali ini berbeda. Penanaman 10.000 bibit pohon endemik di sempadan sungai menjadi simbol komitmen. Juga diluncurkan aplikasi "Sungai Kita" untuk pelaporan kerusakan oleh masyarakat.

"Ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini deklarasi perang terhadap perusakan sungai," kata Khofifah dengan nada tegas.

Seluruh rangkaian acara disiarkan langsung melalui kanal digital untuk menjangkau khalayak luas. Warga dapat menyaksikan dan berinteraksi melalui media sosial resmi pemerintah provinsi.

Sejumlah komunitas lingkungan menyambut baik, namun meminta pengawasan ketat dalam implementasi. "Kami harap ini tidak hanya menjadi janji politik," ujar aktivis dari Walhi Jatim.

Gubernur menegaskan akan ada evaluasi bulanan dan penghargaan bagi daerah dengan peningkatan kualitas sungai terbaik. "Yang gagal akan kami ekspos. Tidak ada tempat untuk setengah hati," pungkasnya.

Hari Sungai Nasional 2026 menjadi titik balik, dengan janji untuk sungai yang lebih bersih dan hidup bagi generasi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User