Darurat Gunung Goa Kalibbong: Enam Mahasiswa Unhas Dievakuasi Malam Ini
BARU SAJA: Operasi penyelamatan darurat berhasil mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin yang terjebak di kawasan pendakian Gunung Goa Kalibbong, Kabupaten Alloa. Seluruh korban selamat dan...
BARU SAJA: Operasi penyelamatan darurat berhasil mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin yang terjebak di kawasan pendakian Gunung Goa Kalibbong, Kabupaten Alloa. Seluruh korban selamat dan kini dalam penanganan medis.
UPDATE TERKINI: Tim SAR gabungan baru saja mengonfirmasi seluruh mahasiswa sudah berada di pos pendakian utama sekitar pukul 21.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Fakta Darurat
- Lokasi kejadian: Lereng utara Gunung Goa Kalibbong, ketinggian sekitar 1.200 meter.
- Korban: Enam mahasiswa Unhas, empat pria dan dua wanita, usia 20–22 tahun.
- Waktu: Pendakian dimulai pukul 06.00 WITA, sinyal darurat dikirim pukul 16.45 WITA.
- Kondisi: Kram otot berat, dehidrasi, kelelahan ekstrem, dan penurunan suhu tubuh.
- Evakuasi: Tim SAR Alloa, Basarnas, relawan lokal, dan TNI diterjunkan.
- Cuaca: Gerimis dan kabut tebal sejak sore, memperparah proses evakuasi.
Kronologi: Dari Pendakian Studi Hingga Panggilan Darurat
Rombongan mahasiswa ini melakukan pendakian dalam rangka studi lapangan biologi. Mereka memulai perjalanan dari pintu pendakian pukul 06.00 WITA. Menurut keterangan saksi, rombongan tiba di area puncak sekitar pukul 11.00 WITA. Saat proses turun, tiga orang mulai mengeluhkan kram kaki. Gejala cepat menyebar ke seluruh anggota tim. Pukul 16.45 WITA, satu mahasiswa yang masih kuat berhasil mengirim sinyal SOS melalui perangkat GPS portabel ke pos SAR terdekat.
Kabut tebal dan hujan gerimis menghalangi upaya swadaya mereka. Suhu turun drastis menjadi sekitar 14 derajat Celsius. Mahasiswa yang mengalami kram tidak mampu berjalan, sementara jalur terjal dan licin membuat evakuasi mandiri tidak mungkin. Pukul 17.15 WITA, Basarnas mengonfirmasi status darurat dan mengerahkan tim reaksi cepat.
Medan Berat, Operasi Berlangsung 4 Jam
Tim SAR gabungan tiba di titik awal pendakian sekitar pukul 17.55 WITA. Mereka membawa peralatan evakuasi vertikal, tandu lipat, dan perangkat komunikasi satelit. Kontak pertama dengan korban dilakukan pukul 18.30 WITA. Kondisi medan yang curam dan licin memaksa tim membuka jalur baru. Satu per satu korban digendong atau ditandu sejauh 2,1 kilometer ke pos pendakian.
Kapten SAR Alloa, yang memimpin operasi, menyebut ini sebagai evakuasi paling menantang musim ini. “Beberapa titik memiliki kemiringan di atas 60 derajat. Dua orang tim sempat terpeleset, tapi semua selamat,” ujarnya. Meski berlangsung malam, penerangan seadanya tidak menghalangi penyelamatan. Seluruh korban berhasil tiba di pos induk pukul 21.30 WITA.
Penanganan Medis dan Dampak Psikis
Di pos pendakian, tim medis langsung menangani seluruh korban. Dua mahasiswa mengalami hipotermia ringan, sementara tiga lainnya menjalani infus cairan. Semua stabil dan dalam pemulihan. “Hanya kelelahan dan dehidrasi. Tidak ada trauma fisik serius,” tutur petugas medis. Konseling singkat dilakukan untuk mengantisipasi dampak psikis akibat kejadian menegangkan ini.
Tidak Ada Larangan Pendakian, Tapi Peringatan Diperketat
Gunung Goa Kalibbong sebenarnya jalur pendakian reguler, tapi tidak disarankan saat musim hujan. Kepala desa setempat berencana memperketat izin masuk, terutama jika tidak didampingi pemandu profesional. Rombongan mahasiswa ini semula hanya membekali diri peta dan logistik standar. Insiden ini kembali menegaskan pentingnya persiapan fisik dan peralatan komunikasi darurat untuk setiap pendakian.
Comments (0)