Cianjur — Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki, Pasokan BBM Dipastikan Aman

CIANJUR — Kepulan asap hitam tebal tiba-tiba membumbung dari roda belakang sebuah mobil tangki pengangkut BBM di jalur padat Cianjur–Sukabumi, Senin sore.

Jul 08, 2026 - 06:38
0 0
Cianjur — Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki, Pasokan BBM Dipastikan Aman

CIANJUR — Kepulan asap hitam tebal tiba-tiba membumbung dari roda belakang sebuah mobil tangki pengangkut BBM di jalur padat Cianjur–Sukabumi, Senin sore. Detik-detik menegangkan itu sontak memicu kepanikan pengguna jalan, namun respons kilat sang sopir dan prosedur tanggap darurat yang terlatih berhasil menggagalkan potensi bencana besar. Tidak ada korban jiwa, tangki utama tak tersentuh api, dan yang paling krusial: distribusi BBM ke masyarakat tetap bergulir tanpa gangguan sedikit pun.

Kronologi: Api Muncul dari Sistem Pengereman

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil tangki bernomor polisi D 8… yang melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur tiba-tiba mengeluarkan percikan dari area rear axle. Sopir segera membanting setir ke bahu jalan dan melakukan pengereman darurat. Dalam hitungan detik, ia melompat keluar sambil membawa APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang terpasang di kabin, lalu menyemprotkan langsung ke titik api. “Kaget, asapnya langsung gedhe. Tapi sopirnya gercep banget, langsung semprot pakai tabung merah itu,” ujar Dedi, tukang ojek yang melintas. Dukungan spontan warga berupa pasir dan karung basah turut mempercepat pemadaman. Kurang dari 10 menit, api berhasil dilumpuhkan sebelum menjalar ke kompartemen BBM. Unit pemadam kebakaran tiba untuk proses pendinginan dan sterilisasi badan jalan, sehingga arus lalu lintas kembali normal sekitar pukul 17.00 WIB.

Respons Cepat Pertamina Patra Niaga

Tim emergency response Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Barat tiba di lokasi kurang dari 30 menit setelah laporan masuk. Mereka langsung mengevakuasi unit tangki ke bahu jalan yang lebih aman dan mengamankan area dengan perimeter ketat. Tak berselang lama, tim investigasi internal mulai mengidentifikasi titik awal kegagalan.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan awak dan masyarakat. Setelah api padam, tim langsung memeriksa integritas tangki dan memastikan tidak ada rembesan. Alhamdulillah, muatan BBM dalam kondisi utuh. Kini unit sudah ditarik ke depo untuk audit teknis menyeluruh,” ujar Fajriyah Usman, Area Manager Communication & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat.
Langkah tanggap ini selaras dengan prosedur Crisis Management System Pertamina yang melibatkan koordinasi aktif bersama kepolisian, Dinas Perhubungan, dan BPBD setempat. Seluruh awak mobil tangki juga langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan wawancara investigasi untuk mengonfirmasi kronologi.

Pasokan BBM: Nol Gangguan, Stok Melimpah

Pasca-insiden, isu kelangkaan BBM langsung dibantah tegas. Pertamina memastikan kuota harian penyaluran untuk wilayah Cianjur–Sukabumi tidak terpangkas sepeser pun. Armada cadangan dari Fuel Terminal Bandung dikerahkan sebagai pengganti unit yang terbakar, sementara penambahan dropping dari terminal terdekat dilakukan untuk menjaga kestabilan stok. Pantauan di 23 SPBU sepanjang koridor tersebut menunjukkan situasi normal; tidak ada antrean abnormal, harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah. “Kami sudah mere-rute sementara jadwal pengiriman agar tidak ada satu pun SPBU yang mengalami keterlambatan suplai,” tambah Fajriyah. Masyarakat diimbau tidak panic buying karena stok solar, pertalite, dan pertamax masih sangat mencukupi.

Evaluasi Teknis & Pencegahan Jangka Panjang

Insiden ini memicu gelombang evaluasi internal yang ketat. Pertamina Patra Niaga mulai memperketat inspeksi harian pada sistem pengereman, tekanan ban, dan suhu hub roda seluruh armada yang beroperasi di jalur pegunungan berkarakter tanjakan panjang seperti Cianjur–Sukabumi.

“Kami akan tambah frekuensi pelatihan tanggap darurat bagi seluruh awak mobil tangki, khususnya skenario panas berlebih pada ban. Setiap unit yang melintasi medan berat wajib singgah di pos pengecekan untuk memantau suhu roda dan tekanan angin. Insiden ini jadi pelajaran penting tanpa boleh terulang,” tegas Fajriyah.
Selain itu, call center 135 Pertamina siaga penuh 24 jam untuk menerima laporan atau keluhan dari masyarakat. Koordinasi dengan bengkel mitra dan penyediaan pos pantau tambahan di titik rawan menjadi bagian dari rencana mitigasi jangka pendek.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User