China Evakuasi 900 Ribu Warga Jelang Topan Bavi Mendarat

Beijing – Otoritas China melakukan evakuasi massal lebih dari 900.000 warga di wilayah pesisir timur menjelang pendaratan Topan Bavi yang diperkirakan memb

Jul 11, 2026 - 22:15
0 0
China Evakuasi 900 Ribu Warga Jelang Topan Bavi Mendarat

Beijing – Otoritas China melakukan evakuasi massal lebih dari 900.000 warga di wilayah pesisir timur menjelang pendaratan Topan Bavi yang diperkirakan membawa hujan ekstrem dan angin dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam. Evakuasi ini menjadi salah satu yang terbesar di Negeri Tirai Bambu dalam satu dekade terakhir, menyusul trauma publik terhadap badai-badai super yang pernah melumpuhkan infrastruktur dan menimbulkan korban jiwa ribuan orang.

Berdasarkan pantauan Pusat Meteorologi Nasional China (NMC), Topan Bavi—yang terbentuk dari tekanan rendah di barat laut Samudra Pasifik—telah menguat menjadi topan super ekuivalen kategori 4 saat bergerak mendekati Provinsi Zhejiang dan Fujian. Hujan deras mulai mengguyur kota-kota pesisir sejak Kamis (10/7/2026) tengah malam, disertai gelombang laut setinggi 8–12 meter yang berpotensi menyebabkan banjir rob parah. Pemerintah China langsung menaikkan level peringatan darurat menjadi level merah, status tertinggi yang menginstruksikan penutupan sekolah, penangguhan transportasi massal, dan evakuasi wajib di zona berisiko.

Evakuasi Massal Terbesar Sejak Topan Chanthu

Lebih dari 900.000 jiwa dari permukiman tepi pantai, pulau-pulau kecil, dan bantaran sungai diungsikan ke tempat penampungan darurat yang disediakan di gedung-gedung pemerintahan, stadion, dan pusat komunitas. Militer dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, terutama bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. “Kami memprioritaskan keselamatan warga di atas segalanya. Topan ini bergerak lambat, yang berarti durasi hujan dan angin akan lebih panjang, sehingga kerusakan bisa lebih dahsyat,” kata juru bicara kantor manajemen darurat Zhejiang, Li Xianming, dalam konferensi pers.

Topan Bavi mengingatkan publik akan dahsyatnya Topan Chanthu pada 2021 dan Lekima pada 2019 yang menewaskan puluhan orang serta mengakibatkan kerugian ekonomi hingga puluhan miliar yuan. Kali ini, otoritas setempat tampak lebih sigap. Sistem peringatan dini via telepon seluler, sirine publik, dan media sosial digunakan secara massif untuk mengimbau warga agar segera meninggalkan rumah. Di beberapa distrik, tim penyelamat bahkan mendatangi rumah demi rumah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

“Kami belajar dari pengalaman pahit. Dulu banyak yang meremehkan peringatan, akibatnya mereka terjebak di atap rumah. Sekarang, kepatuhan warga meningkat pesat, tetapi kami tetap melakukan penyisiran manual.” – Li Xianming, Juru Bicara Manajemen Darurat Zhejiang

Dampak Awal: Listrik Padam, Penerbangan Dihentikan

Hingga berita ini diturunkan, sekitar 150.000 rumah tangga di Zhejiang dan Fujian dilaporkan mengalami pemadaman listrik setelah jaringan PLN lokal (State Grid Corporation) rusak diterjang angin kencang. Bandara Internasional Xiaoshan di Hangzhou dan Bandara Gaoqi di Xiamen menangguhkan lebih dari 500 penerbangan domestik dan internasional. Layanan kereta cepat Shanghai-Hangzhou juga terpaksa dihentikan sementara, menjebak ribuan penumpang di stasiun-stasiun transit.

Badan Meteorologi China memperkirakan Topan Bavi akan mendarat penuh di sekitar Kota Wenzhou atau Taizhou pada Sabtu (12/7/2026) dini hari, membawa curah hujan hingga 400 milimeter per hari di beberapa titik—setara dengan curah hujan rata-rata dua bulan di musim normal. Selain banjir bandang, risiko tinggi tanah longsor juga mengancam kawasan perbukitan. Tim SAR telah menempatkan ribuan personel di titik-titik rawan, termasuk membawa perahu karet dan helikopter siap siaga.

Antisipasi Pemerintah dan Solidaritas Publik

Pemerintah pusat melalui Kementerian Manajemen Darurat telah menggelontorkan dana tanggap darurat senilai 500 juta yuan (sekitar Rp1,1 triliun) untuk logistik, kebutuhan pangan di pengungsian, serta perbaikan cepat infrastruktur pasca-badai. Di platform sosial Weibo, tagar #BaviLandfall menjadi trending dengan lebih dari 800 juta impresi hanya dalam 24 jam. Netizen China ramai membagikan foto stok sembako dan senter sebagai bentuk kesiapsiagaan, sembari mendoakan warga pesisir.

Aktivis kemanusiaan dan perusahaan swasta turut bergerak. Raksasa e-commerce seperti Alibaba dan JD.com mengirimkan puluhan ribu paket air bersih, mi instan, dan selimut ke lokasi pengungsian. Sementara itu, Palang Merah China membuka 120 posko kesehatan darurat untuk mengantisipasi lonjakan pasien pasca-bencana, terutama yang berkaitan dengan penyakit menular akibat banjir seperti diare dan leptospirosis.

Hingga kini belum ada laporan korban jiwa, tetapi sejumlah rekaman amatir yang beredar menunjukkan beberapa rumah di tepi pantai mulai roboh dihantam gelombang. Pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap berada di tempat aman hingga pemberitahuan resmi dicabut. “Jangan kembali ke rumah meskipun hujan reda sesaat. Dinding mata topan bisa memicu fase tenang yang menipu, diikuti terjangan yang lebih brutal,” demikian peringatan resmi NMC.

Topan Bavi menjadi ujian besar bagi infrastruktur mitigasi bencana China yang dalam beberapa tahun terakhir telah menggelontorkan investasi besar pada tanggul laut, sistem deteksi dini, dan bangunan tahan gempa-badai. Hasilnya akan terlihat dalam 48 jam ke depan saat topan sepenuhnya menyapu daratan dan perlahan melemah menjadi depresi tropis. Dunia pun menanti sejauh mana kesiapan negeri berpenduduk lebih dari 1,4 miliar ini dalam menghadapi amukan alam yang kian ekstrem akibat perubahan iklim.

[SOCIAL_TWEET]: China evakuasi 900.000 warga saat Topan Bavi super mendekati pesisir timur. Hujan ekstrem dan angin 200 km/jam lumpuhkan listrik dan penerbangan. Level darurat tertinggi diberlakukan. #TopanBavi #China #BencanaAlam[SOCIAL_TG]: ⚠️ Topan super Bavi hantam China! 900.000+ warga dievakuasi, listrik padam massal, 500 penerbangan dibatalkan. Tim SAR siaga penuh di zona merah. Warga diminta jangan kembali dulu!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User