Cek Fakta: Aphelion Tidak Sebabkan Cuaca Dingin dan Meriang
Di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial beredar tangkapan layar berisi narasi yang mengklaim bahwa fenomena Aphelion—yakni posisi Bumi berada pada titik
Di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial beredar tangkapan layar berisi narasi yang mengklaim bahwa fenomena Aphelion—yakni posisi Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari—menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin dari biasanya, dan hal ini disebut-sebut sebagai pemicu banyak orang mengalami meriang atau masuk angin. Klaim ini ramai dibagikan dengan imbauan agar masyarakat menjaga kesehatan dan tidak terkejut dengan perubahan cuaca ekstrem.
Kronologi Viral Klaim Aphelion
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta, narasi tersebut mulai menyebar pada awal Juli saat sebagian wilayah Indonesia memasuki puncak musim kemarau namun tetap diguyur hujan di beberapa daerah. Berikut kronologi temuan klaim tersebut:
- Pesan berantai dan tangkapan layar pertama kali terdeteksi di grup WhatsApp penggemar astronomi pada 5 Juli lalu.
- Narasi menyebutkan: "Mulai besok hingga Agustus, Bumi akan mengalami Aphelion. Jarak Bumi-Matahari makin jauh, cuaca jadi lebih dingin. Jangan heran kalau tiba-tiba meriang."
- Klaim kemudian menyebar ke Facebook, X (Twitter), dan TikTok, disertai video penjelasan amatir yang menyalahartikan fenomena astronomi ini.
- Banyak warganet merespons dengan kekhawatiran, terutama orang tua yang memiliki bayi dan lansia.
Penjelasan Ilmiah: Aphelion dan Dampaknya
Peneliti astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan bahwa Aphelion tidak berpengaruh signifikan terhadap suhu permukaan Bumi. Jarak Bumi-Matahari saat Aphelion sekitar 152 juta kilometer, hanya sekitar 5 juta kilometer lebih jauh dibandingkan saat Perihelion (titik terdekat). Variasi jarak ini hanya mengubah intensitas radiasi matahari yang diterima Bumi sekitar 6,5%, dan itu tidak cukup untuk menyebabkan penurunan suhu harian yang terasa oleh manusia.
"Cuaca dingin yang dirasakan di sebagian wilayah Indonesia saat ini lebih disebabkan oleh faktor angin monsun Australia yang membawa udara kering dan dingin, serta tutupan awan tebal akibat dinamika atmosfer lokal, bukan karena Aphelion," jelas Prof. Thomas Djamaluddin, Peneliti Ahli Utama Astronomi BRIN, saat dihubungi Liputan6.com.
Beliau menambahkan, di wilayah tropis seperti Indonesia, variasi jarak Bumi-Matahari nyaris tidak berdampak karena faktor dominan penentu suhu adalah sirkulasi angin, kelembapan, dan tutupan awan.
Mengapa Banyak yang Merasa Meriang?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa perubahan suhu secara drastis antara siang dan malam—terutama di masa transisi musim—dapat memicu menurunnya daya tahan tubuh. Gejala seperti meriang, batuk, atau pilek lebih disebabkan oleh infeksi virus yang lebih mudah menyerang saat tubuh beradaptasi dengan fluktuasi suhu, bukan semata-mata karena kedinginan. Berikut poin penting dari BMKG:
- Transisi musim: Pancaroba dari musim hujan ke kemarau atau sebaliknya sering membuat suhu udara turun di malam hari dan memicu keluhan ringan pada tubuh.
- Virus musiman: Banyak virus respiratori seperti Rhinovirus dan Influenza lebih stabil dan menular pada kondisi udara dingin dan kering.
- Kualitas udara: Udara dingin pagi hari di kota besar sering kali mengandung polutan yang bisa mengiritasi saluran pernapasan, menimbulkan gejala mirip flu.
Dengan demikian, mengaitkan rasa meriang secara langsung dengan fenomena Aphelion adalah tidak berdasar secara ilmiah.
Imbauan untuk Masyarakat
Tim Cek Fakta Liputan6.com mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Selalu verifikasi klaim astronomi atau kesehatan melalui kanal resmi seperti BMKG, BRIN, atau Kementerian Kesehatan. Jika mengalami gejala meriang berkepanjangan, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
[SOCIAL_TWEET]: Viral klaim fenomena Aphelion sebabkan cuaca dingin dan meriang? Tim Cek Fakta Liputan6.com memastikan itu tidak benar. Simak penjelasan ilmiah dari BMKG dan BRIN. #CekFakta #Aphelion #HoaksAstronomi[SOCIAL_TG]: 📣 CEK FAKTA: Klaim Aphelion bikin cuaca dingin dan meriang ternyata HOAKS! 🥶 BMKG dan BRIN bilang, variasi jarak Bumi-Matahari nggak pengaruh ke suhu harian kita. Yuk, cek penjelasan lengkapnya di sini! ⬇️
Comments (0)