Muhammad Senanatha Desak Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu

Di tengah hiruk-pikuk panggung politik nasional yang mulai memanas, sosok Muhammad Senanatha muncul dengan gelora yang berbeda. Ketua Bidang Kemahasiswaan

Jul 12, 2026 - 07:52
0 0
Muhammad Senanatha Desak Mahasiswa Aktif Awasi Pemilu

Di tengah hiruk-pikuk panggung politik nasional yang mulai memanas, sosok Muhammad Senanatha muncul dengan gelora yang berbeda. Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) itu bukan tipe aktivis yang larut dalam seremoni tanpa aksi. Dengan kaus oblong berlogo organisasi, ia berdiri di depan ratusan mahasiswa dan mengetuk nurani mereka: “Pemilu ini bukan soal siapa menang, tapi siapa yang jujur. Dan kalian, mahasiswa, adalah penentu kejujuran itu.”

Gerakan Moral Anti Politik Uang

Senanatha menginisiasi “Gerakan Seribu Saksi Mahasiswa” yang akan diterjunkan di 20 provinsi. Fokus utamanya adalah memantau praktik politik uang yang menurutnya sudah menjadi kanker demokrasi. “Kalau satu amplop bisa membeli suara, maka seluruh biaya pembangunan yang dikorupsi sudah lama terjual. Kita yang akan hidup di negeri ini 10-20 tahun ke depan, jadi kita yang harus paling keras menolak!” serunya di hadapan peserta kaderisasi SEMMI. Data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dikutipnya menyebut bahwa pada Pemilu 2019, ada lebih dari 15.000 laporan terkait money politics, namun hanya sebagian kecil yang berujung vonis. Hal inilah yang memantik kemarahan intelektualnya.

Kampus Sebagai Benteng Terakhir Demokrasi

Dalam pandangan Senanatha, kampus tidak boleh menjadi menara gading yang steril dari realitas politik. Sebaliknya, kampus harus menjadi benteng terakhir demokrasi. “Dosen dan mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk memastikan pemilu berjalan bersih. Bukan berarti kampus harus berpolitik praktis, tapi kampus harus tegas dalam politik kebangsaan. Kita harus berani mengatakan mana yang benar dan mana yang batil menurut konstitusi,” ujarnya. Ia merujuk pada sejarah panjang gerakan mahasiswa Indonesia yang selalu hadir saat bangsa berada di persimpangan. “Dari Angkatan 66, 98, hingga sekarang, mahasiswa adalah termometer moral bangsa. Jangan matikan termometer itu hanya karena takut nilai jelek di mata penguasa,” tegasnya.

Program Unggulan PB SEMMI untuk Pemuda

Lebih dari sekadar wacana, Senanatha memaparkan tiga program unggulan PB SEMMI yang langsung menyasar kawula muda: pertama, Sekolah Pemilu Berintegritas yang mendidik mahasiswa menjadi pemantau independen; kedua, Aplikasi Lapor Politik Uang (LAPOR-PU) yang memudahkan pelaporan real-time; dan ketiga, Forum Dialog Pemuda Lintas Iman untuk merawat toleransi selama masa kampanye. “Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa Muslimin tidak hanya bisa mengaji, tapi juga bisa mengelola konflik sosial di sekitarnya. Keadilan dan kejujuran adalah inti ajaran Islam yang harus kami praktikkan dalam berdemokrasi,” paparnya. Aplikasi LAPOR-PU saat ini sudah diuji coba dan akan diluncurkan secara nasional sebulan sebelum masa tenang. Senanatha optimis, jika partisipasi pemantau muda masif, potensi kecurangan bisa ditekan hingga 40 persen.

Keteladanan dan Harapan Masa Depan

Di akhir diskusi, Muhammad Senanatha dengan rendah hati menolak disebut pahlawan. “Saya ini hanya menyampaikan api yang sudah dinyalakan para guru dan pendahulu kami. Kalian, adik-adik mahasiswa, yang harus jadi pelita dalam gelapnya politik uang. Jangan mau suara kalian ditukar dengan sembako tiga bulan. Harga diri kalian jauh lebih mahal dari seluruh kursi parlemen yang diperjualbelikan,” katanya dengan suara bergetar. Untuk itu, ia mengajak seluruh elemen mahasiswa, tanpa memandang afiliasi organisasi, untuk bersatu padu dalam barisan pengawal demokrasi. Karena di pundak merekalah masa depan Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat digantungkan.

[TAGS]: Muhammad Senanatha, PB SEMMI, gerakan mahasiswa, politik uang, pengawasan pemilu [SOCIAL_TWEET]: “Jangan mau suara kalian ditukar sembako tiga bulan.” Ketua PB SEMMI @M_Senanatha ajak ribuan mahasiswa jadi saksi pemilu bersih dan lawan politik uang. #PemiluBerintegritas #GerakanMahasiswa #TolakPolitikUang [SOCIAL_FB]: Harga diri mahasiswa lebih mahal dari seluruh kursi parlemen yang diperjualbelikan. Muhammad Senanatha, Ketua Bidang Kemahasiswaan PB SEMMI, luncurkan “Gerakan Seribu Saksi Mahasiswa” dan aplikasi LAPOR-PU untuk pengawasan pemilu. Simak wawancara eksklusifnya di sini. [SOCIAL_TG]: 🗳️ Muhammad Senanatha tegaskan: mahasiswa adalah termometer moral bangsa. Kini, PB SEMMI siapkan 20 provinsi untuk gerakan lawan politik uang. Baca detail programnya. [SOCIAL_THREADS]: ngobrol sama kak Senanatha, Ketua PB SEMMI, rasanya kayak disuntik semangat baru. dia bilang, “jangan matikan termometer moral bangsa hanya karena takut nilai jelek di mata penguasa.” ayo anak muda, kita bisa kawal demokrasi tanpa takut!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User