Buah Tersehat di Dunia Bukan Apel atau Alpukat, Skor Nutrisinya 96 dari 100
Anggapan umum yang beredar di masyarakat sering kali menempatkan apel dan alpukat sebagai buah paling sehat. Namun, hasil temuan terbaru justru mematahkan persepsi tersebut. Sebuah studi komprehensif
Anggapan umum yang beredar di masyarakat sering kali menempatkan apel dan alpukat sebagai buah paling sehat. Namun, hasil temuan terbaru justru mematahkan persepsi tersebut. Sebuah studi komprehensif yang mengukur kepadatan nutrisi berbagai jenis buah menempatkan satu nama yang mungkin masih asing di telinga banyak orang di posisi puncak, menyingkirkan dua favorit pencinta gaya hidup sehat itu.
Berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan dengan metode penilaian ketat terhadap kandungan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif esensial, buah peringkat pertama ini berhasil mengantongi skor nyaris sempurna, yakni 96 dari total 100 poin. Skor tersebut melampaui berbagai buah populer lain yang selama ini identik dengan citra makanan super. Lantas, buah apakah yang dimaksud?
Sang juara ternyata adalah buah yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Asia, namun belum banyak diadopsi secara luas di menu harian masyarakat modern.
Buah yang dimaksud adalah jujube, atau yang dalam beberapa literatur dikenal dengan sebutan kurma merah China. Meskipun secara fisik berukuran mungil dengan dominasi warna merah kecokelatan saat matang, jujube menyimpan komposisi gizi luar biasa. Keunggulannya tidak hanya terletak pada satu jenis nutrisi, melainkan pada kombinasi lengkap vitamin C dalam dosis tinggi, potasium, serat pangan, serta antioksidan aktif yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas.
Menariknya, jujube mengungguli alpukat yang selama ini dipuja berkat kandungan lemak sehatnya, dan melampaui apel yang sering dijadikan simbol diet seimbang. Para ahli mencatat bahwa konsumsi jujube secara rutin berkontribusi dalam mendukung sistem imunitas tubuh, membantu menjaga stabilitas tekanan darah, serta berpotensi memperbaiki kualitas tidur berkat efek menenangkan yang dimilikinya. Komponen antioksidannya yang melimpah juga dikaitkan dengan upaya memperlambat proses penuaan sel dan mengurangi risiko peradangan kronis.
Profil nutrisi jujube yang demikian padat menjadikannya kandidat kuat sebagai superfood alami. Meski begitu, buah ini relatif mudah diintegrasikan ke dalam pola makan sehari-hari. Jujube dapat dinikmati segar saat musim panen, atau dalam versi keringnya yang terasa manis alami menyerupai kurma. Selain itu, buah ini juga kerap dijadikan campuran sup herbal atau teh penghangat tubuh.
Di tengah dominasi tren alpukat dan apel yang terus merajai rak buah di supermarket, temuan ini membuka wawasan baru tentang potensi ragam hayati yang masih belum banyak terjamah. Dengan skor 96/100, jujube membuktikan bahwa label makanan sehat sejatinya tak melulu disandang oleh buah-buahan yang populer secara komersial. Ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih eksploratif dalam memilih buah demi mendapatkan manfaat gizi yang maksimal. Informasi lengkap mengenai analisis skor nutrisi berbagai buah lainnya dapat terus Anda pantau melalui laporan khusus di Beritatercepat.com.
Comments (0)