BRUSSEL — Skandal Kartu Merah Balogun: Puluhan MEP Desak Selidiki Infantino

BRUSSEL — Skandal pembatalan kartu merah striker Folarin Balogun memasuki babak baru yang panas. Lebih dari 40 anggota Parlemen Eropa (MEP) secara resmi me

Jul 09, 2026 - 17:51
0 0
BRUSSEL — Skandal Kartu Merah Balogun: Puluhan MEP Desak Selidiki Infantino

BRUSSEL — Skandal pembatalan kartu merah striker Folarin Balogun memasuki babak baru yang panas. Lebih dari 40 anggota Parlemen Eropa (MEP) secara resmi mendesak Komite Etik FIFA untuk menyelidiki Presiden Gianni Infantino, yang diduga turut campur dalam keputusan kontroversial yang mengguncang integritas sepak bola dunia.

Surat terbuka yang dikirimkan pada Senin pagi itu secara eksplisit menuduh adanya “manipulasi proses disipliner yang tidak transparan” setelah FIFA memutihkan hukuman kartu merah Balogun hanya dalam waktu 48 jam—tanpa sidang banding, tanpa penjelasan teknis yang memadai, dan melewati prosedur standar Komite Disiplin.

Kronologi Panas: Dari Kartu Merah ke Pembatalan Senyap

Insiden berawal ketika Balogun, penyerang AS Monaco yang menjadi andalan, menerima kartu merah langsung dalam laga krusial Liga Champions melawan Real Madrid awal bulan ini. Wasit menilai tekel kerasnya terhadap bek lawan sebagai pelanggaran serius berbahaya. Namun, FIFA secara mengejutkan membatalkan sanksi otomatis larangan tiga pertandingan hanya dua hari kemudian, memicu kemarahan klub rival dan pengamat.

Surat dari Parlemen Eropa: Tiga Tuntutan Tegas

Dalam dokumen setebal tujuh halaman yang bocor ke media, para MEP mengajukan tiga tuntutan utama:

  • Penyelidikan independen oleh Komite Etik FIFA terhadap dugaan intervensi langsung Gianni Infantino dalam keputusan pembatalan kartu merah.
  • Transparansi komunikasi antara kantor presiden FIFA dengan anggota Komite Disiplin, termasuk pengungkapan log panggilan dan pesan elektronik.
  • Moratorium keputusan insidental yang melibatkan tim besar Eropa hingga audit internal tuntas, guna mencegah preseden yang merusak tata kelola.

“Ini bukan sekadar soal kartu merah seorang pemain. Ini soal fondasi kepercayaan terhadap lembaga yang mengatur olahraga terpopuler di dunia,” ujar MEP asal Belanda, Sophie van der Meer, yang memimpin inisiatif surat tersebut. “Jika presiden FIFA bisa membalikkan keputusan disiplin semudah itu, apa bedanya dengan pengadilan pribadi?”

“Ini bukan sekadar soal kartu merah seorang pemain. Ini soal fondasi kepercayaan terhadap lembaga yang mengatur olahraga terpopuler di dunia. Jika presiden FIFA bisa membalikkan keputusan disiplin semudah itu, apa bedanya dengan pengadilan pribadi?” — Sophie van der Meer, MEP Belanda.

Kejanggalan yang Memicu Kecurigaan

Sumber di internal Komite Disiplin FIFA, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa keputusan pembatalan tidak melalui mekanisme “accelerated procedure” yang semestinya. Panel yang seharusnya terdiri dari tiga anggota justru hanya melibatkan satu orang yang menandatangani dokumen clearance. Waktu pembatalan juga bertepatan dengan kunjungan Gianni Infantino ke Monte Carlo, di mana ia bertemu pemilik klub AS Monaco.

FIFA hingga kini hanya mengeluarkan pernyataan satu paragraf melalui juru bicara: “Keputusan mengikuti aturan dan wewenang yang sah sesuai statuta.” Namun, statuta yang dimaksud belum dijelaskan secara spesifik.

Bukan Pertama Kali

Ini adalah kali ketiga dalam dua tahun terakhir nama Infantino terseret dugaan nepotisme yang berkaitan dengan intervensi keputusan teknis. Sebelumnya, pengurangan hukuman untuk klub Timur Tengah dan percepatan naturalisasi pemain menjelang Piala Dunia 2026 juga menuai protes dari asosiasi sepak bola nasional Eropa.

Para MEP menekan dengan tenggat 14 hari agar Komite Etik merespons. Tanpa respons, mereka siap membawa kasus ini ke Sidang Pleno Parlemen Eropa untuk resolusi formal yang bisa berdampak pada hubungan kerja sama finansial Uni Eropa dengan FIFA.

Skandal ini berpotensi menjadi bola salju yang memicu krisis legitimasi kepemimpinan Gianni Infantino menjelang Kongres FIFA tahun depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User