Brigjen Eko Ambil Alih Komando Perang Narkoba Bareskrim
JAKARTA — Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso resmi ditunjuk sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Ia menegaskan akan memimpin perang total melawan sindikat narkotika.Pelantikan ini menj...
JAKARTA — Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso resmi ditunjuk sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Ia menegaskan akan memimpin perang total melawan sindikat narkotika.
Pelantikan ini menjadi sinyal keras bahwa institusi tidak memberi ruang bagi jaringan pengedar.
Serangan Pertama
BARU SAJA menjabat, ia memerintahkan pemetaan ulang seluruh jalur distribusi gelap. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan peningkatan peredaran narkotika jenis baru.
Brigjen Eko menyatakan, strategi lama perlu dimodifikasi. Ia berfokus pada pembongkaran jaringan dari hulu hingga ke pengguna akhir, termasuk menyasar aset para bandar.
Pernyataan Tegas
Dalam arahan perdananya, Brigjen Eko menyampaikan doktrin tanpa kompromi. “Tidak ada tempat berlindung bagi pengedar. Kami akan menghantam mereka dari segala arah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan internal untuk mencegah kebocoran informasi operasi.
- Instruksi Langsung: Seluruh jajaran wajib menindak tegas, termasuk oknum yang terlibat.
- Kolaborasi: Kerja sama dengan BNN, Bea Cukai, dan intelijen luar negeri diperluas.
- Anggaran Khusus: Dana investigasi ditingkatkan untuk mendanai operasi penyamaran jangka panjang.
Target Prioritas
KONFIRMASI dari sumber internal menyebutkan, tim khusus telah dibentuk untuk membidik 15 gembong narkoba kelas kakap. Dua di antaranya diduga mengendalikan bisnis dari luar negeri menggunakan teknologi komunikasi satelit.
Pendekatan baru yang diadopsi meliputi penggunaan teknologi pelacak aset digital dan pembekuan rekening mencurigakan dalam hitungan jam setelah transaksi terdeteksi.
Darurat di Lapangan
Perintah siaga satu diberlakukan bagi seluruh Direktorat di daerah. Setiap pergerakan mencurigakan di pelabuhan kecil dan bandara perintis harus segera dilaporkan ke pusat komando. Brigjen Eko menilai titik-titik tersebut rawan disusupi penyelundup.
UPDATE: Dua kapal nelayan di perairan Sumatera dilaporkan baru saja dicegat karena mengangkut paket mencurigakan. Meski belum ada penangkapan, evakuasi barang bukti sedang berlangsung.
Perkembangan Kasus Besar
Brigjen Eko mengonfirmasi pihaknya tengah mendalami keterlibatan jaringan internasional yang menyamarkan narkoba dalam kargo tekstil. Dua tersangka utama sudah diidentifikasi, satu di antaranya merupakan warga negara asing yang masuk dalam daftar buronan Interpol.
Penyelidikan ini didukung oleh informasi intelijen yang diterima beberapa menit lalu dari mitra regional.
Tim operasi bergerak cepat karena khawatir jaringan tersebut akan menghancurkan barang bukti atau melarikan diri ke negara tetangga.
Respons Publik
Koalisi masyarakat anti-narkoba menyambut baik penunjukan ini. Mereka berharap gaya kepemimpinan tegas Brigjen Eko mampu menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan secara signifikan dalam dua tahun ke depan.
Sementara itu, posko pengaduan 24 jam diperkuat untuk menerima laporan warga secara anonim.
Situasi masih sangat dinamis, namun satu hal jelas: di bawah kendali Brigjen Eko, perburuan terhadap bandar memasuki babak yang lebih agresif.
Comments (0)