BREAKING: Trotoar Sentul Hancur Diterabas Ribuan Motor

BARU SAJA — Trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, hancur berkeping-keping. Kondisi paling parah terjadi di sepanjang ruas yang kerap dijadikan jal...

Aug 07, 2026 - 11:28
0 0
BREAKING: Trotoar Sentul Hancur Diterabas Ribuan Motor

BARU SAJA — Trotoar di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat, hancur berkeping-keping. Kondisi paling parah terjadi di sepanjang ruas yang kerap dijadikan jalur pintas oleh pemotor.

Dari pantauan langsung di lokasi, trotoar yang seharusnya menjadi fasilitas pejalan kaki kini bopeng. Banyak bagian paving yang pecah, hilang, dan tidak rata. Bahkan, beberapa titik terlihat amblas hingga menyisakan lubang berbahaya.

Fakta Kunci di Lokasi

  • Trotoar rusak parah di Jalan Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Sukaraja, Bogor.
  • Penyebab utama: ratusan motor setiap hari menerabas trotoar untuk menghindari kemacetan.
  • Kerusakan meliputi paving pecah, amblas, dan lubang di beberapa titik.
  • Fasilitas pejalan kaki menjadi tidak layak dan berbahaya bagi warga.
  • Belum ada perbaikan dari pihak terkait hingga berita ini diturunkan.

Menurut saksi mata di lokasi, aksi menerabas trotoar ini sudah berlangsung lama. Setiap jam sibuk, puluhan motor melintas di atas trotoar dengan kecepatan tinggi. Akibatnya, struktur trotoar yang dirancang untuk beban pejalan kaki tidak mampu menahan beban kendaraan bermotor.

"Setiap pagi dan sore, motor-motor itu lewat di sini. Sudah biasa, tapi sekarang trotoarnya hancur," ujar seorang pedagang di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga. Mereka menilai trotoar yang rusak bisa menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pejalan kaki dan anak-anak. "Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Ini sudah darurat," tambahnya.

Kronologi dan Dampak

Berdasarkan informasi yang dihimpun, trotoar di ruas ini mulai rusak sejak beberapa bulan terakhir. Namun, kerusakan makin parah dalam dua pekan terakhir. Volume kendaraan yang melintas di trotoar meningkat drastis, terutama saat jam pulang kerja.

Para pemotor memilih trotoar karena jalan utama sering macet. Mereka nekat melawan aturan demi menghemat waktu. Sayangnya, tidak ada petugas yang berjaga di lokasi untuk mencegah aksi tersebut.

Dampaknya, trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki kini menjadi area berbahaya. Selain berlubang, pecahan paving juga berserakan di bahu jalan. Hal ini berpotensi menyebabkan ban kendaraan lain rusak atau bahkan kecelakaan.

Respons dan Harapan

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor. Namun, warga mendesak agar segera dilakukan perbaikan dan penegakan hukum.

"Kami minta ada rambu larangan dan penindakan tegas. Kalau tidak, trotoar ini akan semakin hancur," tegas seorang warga lainnya.

Para pengamat transportasi juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Mereka menilai perlu ada solusi jangka panjang, seperti penambahan jalur alternatif atau rekayasa lalu lintas agar pemotor tidak lagi menggunakan trotoar.

Kami akan terus memantau perkembangan ini. Jika ada update dari pihak berwenang, akan segera kami sampaikan.

UPDATE: Warga mengimbau pengguna jalan untuk ekstra waspada saat melintas di kawasan tersebut. Sementara itu, evakuasi pecahan paving masih dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Berita ini akan diperbarui seiring dengan perkembangan di lapangan. Tetap pantau Beritatercepat untuk informasi terkini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User