BREAKING: Teheran Pampang Billboard Trump Tercekik, 'Balas Dendam Tak Terelakkan'

BARU SAJA — Pemandangan mengejutkan menyambut warga Teheran pagi ini. Sebuah papan reklame raksasa bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kondisi tercekik berdiri gagah di sepanjang J...

Jul 28, 2026 - 07:52
0 0
BREAKING: Teheran Pampang Billboard Trump Tercekik, 'Balas Dendam Tak Terelakkan'

BARU SAJA — Pemandangan mengejutkan menyambut warga Teheran pagi ini. Sebuah papan reklame raksasa bergambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kondisi tercekik berdiri gagah di sepanjang Jalan Jomhouri, pusat ibu kota Iran. Teks tegas menyertainya: "Balas dendam tidak bisa dihindari."

Kantor berita AFP mengonfirmasi keberadaan billboard tersebut pada Senin (27/7/2026). Layar digital itu menampilkan visual Trump dengan ekspresi tertekan, lehernya dicengkeram oleh beberapa tangan. Simbolisme keras ini menjadi sinyal terbaru permusuhan Teheran terhadap Washington.

Detik-Detik Kemunculan di Pusat Kota

Billboard propaganda itu langsung mencuri perhatian para pengendara dan pejalan kaki. Dalam foto yang beredar, sejumlah mobil tampak melintas di depan layar raksasa yang memancarkan wajah Trump dengan grafis leher tercekik. Adegan ini menciptakan suasana tegang di tengah lalu lintas padat.

  • Lokasi: Jalan Jomhouri, pusat Teheran — salah satu jalan utama kota.
  • Visual: Gambar Trump dengan wajah tegang, leher dikepung tangan-tangan.
  • Teks: "Balas dendam tidak bisa dihindari" dalam bahasa Persia dan Inggris.
  • Waktu: Pertama kali terlihat pada Senin pagi, 27 Juli 2026.

Seorang saksi mata menggambarkan momen itu sebagai "propaganda yang sangat berani." Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran hingga berita ini diturunkan. Namun, kepolisian setempat dilaporkan tidak menghalangi pemasangan billboard tersebut.

Seorang pejalan kaki perempuan yang melintas di depan billboard mengaku tidak terkejut. "Kami sudah biasa melihat propaganda seperti ini. Ini cara pemerintah menunjukkan kekuatan," ujarnya kepada AFP.

Eskalasi Propaganda Anti-Amerika

Ini bukan kali pertama Iran memanfaatkan ruang publik untuk mengancam pemimpin AS. Sejak konflik bilateral memanas, pemerintah secara berkala memasang reklame serupa di titik-titik strategis. Para analis menyebut langkah ini sebagai perang psikologis yang dirancang untuk mengguncang moral lawan sekaligus menggalang dukungan domestik.

Papan reklame sebelumnya pernah menampilkan gambar Trump dengan kata-kata "Pembohong Besar" atau sosok pemimpin Israel dalam posisi terhina. Tradisi ini semakin intens setelah ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru bulan lalu. Gambar tangan yang mencekik leher Trump secara eksplisit merujuk pada janji balas dendam Iran atas kematian tokoh militer dan ilmuwan yang mereka tuduh sebagai ulah AS dan Israel.

UPDATE: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran belum merespons permintaan komentar. Gedung Putih juga bungkam terhadap provokasi visual ini. Sementara itu, warga Teheran terlihat terbiasa dengan pemandangan propaganda anti-Barat yang menghiasi jalan-jalan mereka.

Dewan Keamanan Nasional Iran dikabarkan akan menggelar rapat darurat siang ini. Meski begitu, belum jelas apakah billboard tersebut merupakan instruksi langsung dari pemerintah atau inisiatif kelompok garis keras. Pemerintah kota Teheran hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun biasanya billboard semacam ini dipasang dengan persetujuan otoritas setempat.

Para pengamat hubungan internasional memperingatkan bahwa eskalasi retorika semacam ini berisiko memicu aksi saling balas yang lebih luas. "Ini bukan sekadar gambar. Ini pernyataan perang verbal," ujar seorang diplomat yang enggan disebut namanya.

Hingga berita ini diterbitkan, arus lalu lintas di Jalan Jomhouri tetap normal meski puluhan pengendara sempat mengurangi kecepatan untuk merekam billboard kontroversial itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User