Aug 25, 2026
breaking

BREAKING: Rekening Penerima Bansos di Makassar Terbanyak Dipakai Judol

MAKASSAR — BREAKING: Kota Makassar tercatat sebagai daerah dengan temuan terbanyak rekening penerima bantuan sosial yang terindikasi dipakai berjudi online di Sulawesi Selatan.Fakta ini dikonfirmasi...

BREAKING: Rekening Penerima Bansos di Makassar Terbanyak Dipakai Judol

MAKASSAR — BREAKING: Kota Makassar tercatat sebagai daerah dengan temuan terbanyak rekening penerima bantuan sosial yang terindikasi dipakai berjudi online di Sulawesi Selatan.

Fakta ini dikonfirmasi Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abdul Malik. Ia mengungkap hasil penelusuran yang menemukan aliran dana bansos mengarah ke aktivitas judi online alias judol.

Temuan ini memicu alarm darurat di kalangan pemerintah daerah. Bantuan yang seharusnya menyelamatkan warga miskin justru diduga mengalir ke meja judi digital.

Program bansos seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai menyasar jutaan keluarga. Penyaluran lewat rekening dimaksudkan agar tepat sasaran dan mudah diawasi.

Makassar Jadi Sorotan Utama

Dari seluruh kabupaten dan kota di Sulsel, Makassar menempati posisi teratas. Jumlah rekening penerima bansos yang terindikasi judol di kota ini dilaporkan paling tinggi.

Abdul Malik menyebut hasil pendataan menunjukkan pola transaksi mencurigakan. Sejumlah rekening penerima bantuan tercatat aktif bertransaksi ke platform judi daring.

Belum ada angka resmi yang dirilis ke publik. Namun sinyal dari Dinsos jelas: skala temuan di Makassar paling besar dibanding daerah lain.

Padahal, bansos disalurkan negara untuk menopang kebutuhan dasar. Mulai dari pangan, kesehatan, hingga pendidikan keluarga tidak mampu.

Penyalahgunaan ini dinilai mengkhianati tujuan program. Dana rakyat yang terbatas berpotensi habis untuk kegiatan terlarang.

Modus yang Terendus

Indikasi penyalahgunaan terdeteksi lewat penelusuran jejak transaksi digital. Rekening penerima bantuan menunjukkan aktivitas transfer ke akun-akun terkait judol.

Praktik semacam ini bukan hal baru secara nasional. Pemerintah pusat sebelumnya juga menemukan ratusan ribu rekening bansos terindikasi judi online di berbagai daerah.

Pola yang muncul serupa. Begitu dana bantuan cair, sebagian langsung berpindah ke situs atau agen judi daring.

Pelaku judol memanfaatkan celah kepemilikan ponsel dan akses internet. Aplikasi judi bisa diunduh bebas lewat tautan yang menyebar di grup percakapan.

Kondisi ini diperparah maraknya iklan judol di media sosial. Warga ekonomi lemah jadi sasaran empuk bujuk rayu kemenangan instan.

Sanksi Tegas Menanti

Dinsos Sulsel menegaskan tidak akan tinggal diam. Penerima yang terbukti menyalahgunakan rekening bansos untuk judol terancam sanksi berat.

Opsi sanksi yang mengemuka antara lain pencoretan dari daftar penerima. Nama mereka bisa dikeluarkan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS.

Verifikasi dan validasi ulang akan diperketat. Setiap temuan indikasi akan ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan.

Pendamping sosial akan diterjunkan ke lapangan. Mereka bertugas memastikan kondisi riil keluarga penerima sebelum sanksi dijatuhkan.

Pemerintah juga membuka ruang evaluasi menyeluruh. Tujuannya memastikan bantuan hanya jatuh ke tangan keluarga yang benar-benar berhak.

Koordinasi Lintas Instansi

Pemberantasan judol tidak bisa dilakukan sendiri. Dinsos Sulsel dilaporkan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.

Kementerian Sosial di tingkat pusat sebelumnya telah membangun sistem pemantauan. Data penerima bansos disandingkan dengan catatan transaksi mencurigakan.

Kerja sama dengan penyedia jasa keuangan juga jadi kunci. Perbankan diminta ikut menandai pola transfer yang mengarah ke judi daring.

Kejaksaan dan kepolisian bisa dilibatkan bila ditemukan unsur pidana. Penyalahgunaan dana bantuan negara bukan pelanggaran ringan.

Judol, Musuh Bersama

Judi online kini berstatus musuh negara. Pemerintah pusat telah membentuk gugus tugas khusus untuk memberantasnya sampai ke akar.

Pemerintah sebelumnya memblokir jutaan konten judi online. Namun situs baru terus bermunculan dengan nama dan domain berbeda.

Dampaknya nyata di masyarakat bawah. Utang menumpuk, keluarga berantakan, hingga tindak kejahatan kerap berawal dari kecanduan judol.

Ironisnya, kelompok penerima bansos justru paling rentan. Mereka yang seharusnya dilindungi negara malah terjerat jeratan judi digital.

Edukasi Jadi Benteng

Di samping penindakan, edukasi disebut tak kalah penting. Keluarga penerima perlu memahami risiko judol sejak dini.

Penyuluhan akan digencarkan hingga tingkat kelurahan. Sasaran utamanya adalah para kepala keluarga pemegang rekening bantuan.

Langkah Selanjutnya

Dinsos Sulsel berkomitmen menuntaskan pendataan. Setiap rekening yang terindikasi akan diverifikasi satu per satu.

Publik diminta ikut mengawasi. Laporan masyarakat soal penyalahgunaan bansos bisa disalurkan lewat kanal pengaduan resmi.

Kasus ini jadi ujian serius bagi pengelolaan bansos. Kepercayaan publik taruhannya.

UPDATE: Perkembangan kasus ini akan terus dipantau. Ikuti berita terbaru hanya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User