BREAKING: Potongan Kaki Dicari, Saepul Dibawa ke Lokasi

BARU SAJA — Tim Resmob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran intensif di Kali Licin, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi. Tersangka Saepul ikut dibawa ke lokasi untuk menunjukkan titi...

Aug 07, 2026 - 02:49
0 0
BREAKING: Potongan Kaki Dicari, Saepul Dibawa ke Lokasi

BARU SAJA — Tim Resmob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran intensif di Kali Licin, Depok, untuk mencari potongan kaki korban mutilasi. Tersangka Saepul ikut dibawa ke lokasi untuk menunjukkan titik pembuangan bagian tubuh korban.

Penyisiran dilakukan sejak pagi hari dengan melibatkan puluhan personel gabungan. Mereka menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan alat deteksi bawah air. Tim juga menyisir bantaran kali yang dipenuhi semak belukar dan tumpukan sampah.

Fakta Kunci

  • Lokasi penyisiran: Kali Licin, Depok, Jawa Barat.
  • Tim yang terlibat: Resmob Polda Metro Jaya, dibantu Polres Depok dan SAR.
  • Barang yang dicari: Potongan kaki korban mutilasi yang belum ditemukan.
  • Tersangka Saepul hadir di lokasi untuk memberikan petunjuk.

Menurut informasi yang dihimpun, Saepul dibawa dengan pengawalan ketat. Ia menggunakan baju tahanan oranye dan tangan diborgol. Sesekali ia menunjuk ke arah titik-titik tertentu di sungai, yang kemudian menjadi fokus pencarian tim.

Kepala Unit Resmob Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Andi Saputra, mengatakan bahwa keterangan Saepul sangat penting untuk mempercepat proses pencarian. "Saepul memberikan petunjuk di mana potongan kaki tersebut dibuang. Kami berharap pencarian hari ini membuahkan hasil," ujarnya di lokasi.

Penyisiran sempat terhambat oleh arus sungai yang deras dan air yang keruh. Namun, tim terus berupaya dengan menyelam di titik-titik yang diduga kuat sebagai lokasi pembuangan. Beberapa warga sekitar juga ikut membantu dengan menunjukkan area yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah.

Kasus mutilasi ini mengejutkan warga Depok. Korban diketahui bernama Ahmad Fauzi, 34 tahun, warga Jakarta Timur. Ia dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam koper di pinggir Kali Licin. Bagian tubuh korban ditemukan terpotong, dan potongan kaki belum ditemukan hingga saat ini.

Saepul, yang merupakan teman korban, ditangkap di rumah kontrakannya di Depok pada Kamis malam. Dari hasil pemeriksaan awal, ia mengaku membunuh korban karena cemburu. Setelah membunuh, ia memutilasi korban dan membuang bagian-bagian tubuhnya di beberapa lokasi berbeda, termasuk di Kali Licin.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti pisau, gergaji, dan koper yang digunakan untuk membawa potongan tubuh korban. Saepul dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian potongan kaki masih terus berlangsung. Tim penyelam dikerahkan untuk menyisir dasar sungai yang dalam. Polisi juga memasang jaring di beberapa titik untuk menjaring benda-benda yang mungkin terbawa arus.

Warga sekitar diimbau untuk melaporkan jika menemukan benda mencurigakan di sekitar aliran Kali Licin. Kapolres Depok, AKBP Wira Saputra, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk memastikan seluruh bagian tubuh korban ditemukan.

"Kami tidak akan berhenti sampai semua bagian tubuh korban ditemukan. Ini penting untuk proses penyelidikan dan juga untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban," tegasnya.

Keluarga korban yang datang ke lokasi terlihat histeris. Mereka meminta polisi mengusut tuntas kasus ini dan menghukum berat pelaku. "Kami minta keadilan. Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya," ujar Rina, kakak korban, dengan mata berkaca-kaca.

Perkembangan kasus ini akan terus kami update. Pantau terus berita ini untuk informasi terbaru mengenai pencarian potongan kaki korban mutilasi dan proses hukum terhadap Saepul.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User