Aug 24, 2026
breaking

BREAKING: Paket Dekorasi 17 Agustus Gagal Sampai, Gedung Bapenda DKI Terbakar

JAKARTA — BREAKING: Kurir bernama Muhaimin (40) menemukan pemandangan mengejutkan saat tiba di lokasi pengiriman. Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang menjadi tujuannya dilalap ...

BREAKING: Paket Dekorasi 17 Agustus Gagal Sampai, Gedung Bapenda DKI Terbakar

JAKARTA — BREAKING: Kurir bernama Muhaimin (40) menemukan pemandangan mengejutkan saat tiba di lokasi pengiriman. Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang menjadi tujuannya dilalap api. Padahal, ia hanya berniat mengantar satu paket ke lantai 13.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi saat aktivitas perkantoran tengah berlangsung. Kepulan asap membubung dari bangunan. Sejumlah pegawai dilaporkan berhamburan keluar menyelamatkan diri.

Kronologi: Paket Tak Pernah Sampai ke Tujuan

Muhaimin tiba di lokasi membawa satu paket kiriman. Alamat tujuan jelas tertera: lantai 13 Gedung Bapenda DKI Jakarta. Niatnya menyelesaikan tugas buyar seketika.

Dari kejauhan, pria 40 tahun itu sudah melihat kerumunan warga. Asap hitam mengepul dari gedung. Suara sirine mobil pemadam terdengar bersahutan mendekati lokasi kejadian.

"Saya mau antar paket ke lantai 13. Tahunya gedungnya kebakaran," kata Muhaimin kepada wartawan di lokasi. Ia hanya bisa berdiri di area aman sambil tetap memegang kirimannya.

Isi Paket: Perlengkapan Dekorasi 17 Agustus

Detail paket yang dibawa Muhaimin turut terungkap. Isinya bukan dokumen maupun barang elektronik. Paket itu berisi perlengkapan dekorasi menyambut Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus.

Dekorasi bernuansa merah putih itu sedianya dipasang untuk memeriahkan kantor. Rencana tersebut kini tertunda. Api lebih dulu menyalak di gedung pendapatan daerah itu.

Muhaimin memastikan paket dalam kondisi aman. Ia langsung menghubungi pihak penerima dan pengirim. Pengantaran diputuskan ditunda hingga situasi dinyatakan kondusif.

Pemadam Dikerahkan, Pegawai Dievakuasi

Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat. Sejumlah unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi kejadian. Penyemprotan air dilakukan untuk menjinakkan kobaran api.

Proses evakuasi pegawai turut berlangsung. Seluruh penghuni gedung diminta menjauh dari bangunan. Petugas keamanan mengatur arus keluar agar kepanikan tidak meluas.

Belum ada konfirmasi resmi soal korban jiwa. Data pasti masih menunggu pendataan petugas di lapangan. Situasi di sekitar gedung dilaporkan dalam pengawasan ketat aparat.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga berita ini diturunkan, sumber api belum diketahui pasti. Petugas masih fokus pada pemadaman dan pendinginan. Penyelidikan resmi digelar setelah api dinyatakan padam total.

Garis polisi dipasang di sejumlah titik. Warga diminta tidak mendekat ke area berbahaya. Akses jalan di sekitar gedung sempat tersendat akibat kerumunan warga dan kendaraan damkar.

Layanan Bapenda Terdampak

Kebakaran ini dipastikan mengganggu layanan administrasi. Urusan pajak dan pendapatan daerah di gedung itu terhenti sementara. Belum ada pengumuman resmi soal jadwal layanan pengganti.

Masyarakat yang hendak mengurus dokumen diminta bersabar. Informasi lanjutan akan disampaikan melalui kanal resmi pemerintah. Pastikan hanya mengikuti pengumuman dari sumber terverifikasi.

Kesaksian Warga Sekitar

Sejumlah saksi mata mengaku melihat asap sejak awal kejadian. Beberapa warga merekam momen itu dari kejauhan. Mereka menyebut api tampak berkobar cukup besar di bagian gedung.

UPDATE: Perkembangan terbaru akan terus dimuat di halaman ini. Redaksi masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Informasi simpang siur yang beredar diminta tidak langsung dipercaya.

Bagi Muhaimin, hari ini menjadi pengalaman tak terlupakan. Tugas sederhana mengantar paket berubah menjadi momen menyaksikan peristiwa besar. Paket dekorasi 17 Agustus itu kini menunggu jadwal pengantaran baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User