BREAKING: Ortu Remaja Bugil Terima Ojol Sidoarjo Akui Lalai

BARU SAJA — Orang tua remaja Sidoarjo yang viral terima pesanan ojek online dalam keadaan tanpa busana angkat bicara. Mereka mengakui kelalaian pengawasan akibat kesibukan kerja.Klarifikasi disampai...

Jul 19, 2026 - 12:13
0 0
BREAKING: Ortu Remaja Bugil Terima Ojol Sidoarjo Akui Lalai

BARU SAJA — Orang tua remaja Sidoarjo yang viral terima pesanan ojek online dalam keadaan tanpa busana angkat bicara. Mereka mengakui kelalaian pengawasan akibat kesibukan kerja.

Klarifikasi disampaikan pagi ini melalui perangkat desa setempat. Pasangan suami istri itu menyatakan terkejut saat video anaknya menyebar luas. “Kami kecolongan,” ucap sang ibu dengan suara bergetar, dikutip dari keterangan tertulis.

Kronologi Kejadian

Insiden terjadi saat remaja berusia 15 tahun itu memesan makanan melalui aplikasi. Pengemudi ojol yang tiba di lokasi langsung merekam. Video kemudian beredar masif di grup WhatsApp dan media sosial.

Ayah korban mengaku setiap hari bekerja sebagai buruh pabrik hingga malam. Ibu juga berjualan di pasar. “Praktis pengawasan longgar,” kata kepala dusun yang mendampingi keluarga.

Fakta Kunci

  • Lokasi: Perumahan pinggiran Sidoarjo, Jawa Timur.
  • Waktu: Siang hari saat orang tua tak berada di rumah.
  • Remaja: Perempuan, 15 tahun, tinggal bersama adiknya.
  • Penyebab: Minim pengawasan karena tuntutan ekonomi.
  • Status: Keluarga telah melapor ke polisi terkait penyebaran video.

Kapolsek setempat membenarkan laporan telah diterima. “Kami masih mendalami unsur pidana penyebaran konten bermuatan asusila,” tegasnya singkat.

Reaksi Keluarga

Orang tua mengaku menyesal dan berjanji mengurangi jam kerja. Mereka juga meminta netizen menghentikan berbagi video. “Anak kami trauma, tolong hentikan,” pinta ayahnya.

Pendampingan psikologis dari Dinas Sosial sudah mulai diberikan. Pihak sekolah juga menyatakan siap memfasilitasi konseling.

UPDATE: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sidoarjo mengecam pembiaran. Mereka mendesak evaluasi pengasuhan dan jerat hukum bagi penyebar.

Perkembangan kasus ini terus dipantau. Masyarakat diimbau tidak menyimpan atau meneruskan konten yang melanggar hak anak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User