BREAKING: Megawati Pimpin Peringatan 30 Tahun Kudatuli

BREAKING NEWS — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri baru saja tiba di Kantor DPP PDIP, Jakarta, untuk memimpin langsung peringatan 30 tahun peristiwa berdarah Kudatuli. Mengenakan pakai...

Jul 28, 2026 - 03:03
0 0
BREAKING: Megawati Pimpin Peringatan 30 Tahun Kudatuli

BREAKING NEWS — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri baru saja tiba di Kantor DPP PDIP, Jakarta, untuk memimpin langsung peringatan 30 tahun peristiwa berdarah Kudatuli. Mengenakan pakaian serba hitam, Megawati terlihat didampingi putranya, Prananda Prabowo, yang juga menjabat sebagai Kepala Bappilu PDIP.

Kedatangan Megawati disambut oleh ratusan kader dan simpatisan yang memadati halaman kantor partai. Hadir pula sejumlah tokoh senior partai, termasuk mantan Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto. Mereka bersiap mengikuti prosesi peringatan yang digelar secara khidmat.

Momen Penuh Emosi

Peringatan ini menandai tepat tiga dekade sejak serangan terhadap markas PDI di Jalan Diponegoro pada 27 Juli 1996. Insiden yang dipicu oleh konflik internal partai itu berujung pada bentrokan berdarah yang memakan korban jiwa. Megawati, yang saat itu menjadi korban upaya penggulingan kepemimpinan, memilih hadir langsung untuk menunjukkan bahwa luka sejarah tersebut tidak pernah dilupakan.

"Saya datang bukan hanya mengenang, tetapi memastikan bahwa semangat perlawanan terhadap ketidakadilan terus menyala di dada setiap kader," ujar Megawati dalam sambutannya dengan suara bergetar.

Kehadiran Saksi Sejarah

Acara juga dihadiri oleh puluhan saksi dan korban selamat Kudatuli. Mereka duduk di barisan terdepan, mengenakan ikat kepala merah sebagai simbol perjuangan. Beberapa di antaranya tampak tak kuasa menahan air mata saat video dokumenter peristiwa diputar di layar besar.

Prananda Prabowo, yang jarang muncul di depan publik, berdiri di samping ibunya sepanjang acara. Kehadirannya disebut-sebut sebagai sinyal kuat regenerasi kepemimpinan di tubuh PDIP.

Komitmen Demokrasi

Dalam pidatonya, Megawati menegaskan bahwa Kudatuli adalah pengingat betapa mahalnya harga demokrasi. Ia meminta seluruh kader untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan tetap menjaga persatuan partai.

"Partai ini lahir dari keringat dan darah. Jangan pernah kau nodai dengan pengkhianatan," tegas Megawati yang disambut teriakan histeris dari para pendukung.

Acara dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di monumen Kudatuli, doa lintas agama, dan pemberian santunan kepada keluarga korban. Peringatan ini menjadi momen refleksi politik yang menegaskan posisi PDIP sebagai kekuatan utama demokrasi Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User