BREAKING: Lahan Pertanian Aceh Kembali Ditanami, Sekda Apresiasi Satgas PRR
BARU SAJA – Gerakan tanam padi perdana di lahan pertanian Aceh yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi menandai babak baru pemulihan. Sekretaris Daerah Aceh memberikan apresiasi tinggi ke...
BARU SAJA – Gerakan tanam padi perdana di lahan pertanian Aceh yang sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi menandai babak baru pemulihan. Sekretaris Daerah Aceh memberikan apresiasi tinggi kepada Satuan Tugas Pemulihan dan Rekonstruksi Regional (Satgas PRR) yang bekerja cepat.
Kronologi Pemulihan Lahan
Aksi tanam serentak dilaporkan berlangsung di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, pagi tadi. Sebanyak 200 hektare lahan yang sebelumnya terendam lumpur dan material banjir kini sudah kembali siap tanam. Ini merupakan tahap awal dari target 5.000 hektare yang harus dipulihkan musim ini.
- Lokasi: Darul Imarah, Aceh Besar
- Luas tanam perdana: 200 hektare
- Jenis padi: Ciherang dan Inpari 32
- Waktu kejadian banjir: 20 Juni 2026
- Estimasi kerugian: 1.200 hektare rusak total
Apresiasi untuk Satgas PRR
Sekda Aceh, Drs. H. Bustami Hamzah, saat meninjau langsung lokasi, menyebut kinerja Satgas PRR sangat menentukan. “Tanpa gerak cepat mereka, lahan ini mungkin baru bisa ditanam musim depan. Sekarang petani bisa tersenyum lagi,” ujarnya.
Satgas PRR dibentuk 1 Juli 2026 sebagai respon darurat atas bencana hidrometeorologi yang memicu banjir bandang dan longsor di 6 kabupaten. Tugas utamanya: membersihkan sedimen, memperbaiki saluran irigasi, dan mendistribusikan benih gratis. Dalam waktu kurang dari dua pekan, mereka berhasil mengembalikan fungsi ribuan hektare sawah.
Dukungan Pemerintah dan Target
Pemerintah Aceh menggelontorkan Rp 12 miliar dana siap pakai untuk percepatan musim tanam. Bantuan itu mencakup pupuk bersubsidi, alat pertanian, dan asuransi gagal panen bagi petani. Selain itu, 15 unit pompa air mobile dikerahkan untuk mengeringkan lahan yang masih tergenang.
Saksi mata, Iskandar (42), mengaku sempat putus asa ketika sawahnya berubah menjadi rawa berlumpur. “Sekarang sudah ditanami lagi. Terima kasih untuk tim yang kerja siang malam,” katanya.
Dengan selesainya tanam perdana, Pemprov Aceh optimistis produksi beras tahun ini tidak sampai anjiok. Jika cuaca mendukung, panen raya dijadwalkan Oktober 2026. Satgas PRR sendiri masih bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan hujan susulan yang bisa menghambat lahan yang belum tergarap.
Pemulihan sektor pertanian ini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan manajemen bencana. Pemerintah terus memantau perkembangan harian dan memastikan distribusi logistik tepat sasaran.
Baca juga:
Comments (0)