BARU SAJA – Dua dari tiga korban tewas dalam bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, telah dimakamkan pada Sabtu (18/7) sore. Prosesi pemakaman berlangsung tertutup di bawah pengawalan ketat aparat keamanan, menyusul ketegangan yang masih membayangi wilayah tersebut.
- Korban dimakamkan: Petrus Lena (35) dan Maria Koli (28), warga setempat yang tewas dalam bentrokan antarwarga pada Jumat (17/7).
- Korban ketiga: masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka, belum dimakamkan karena kondisi medis.
- Total korban: tiga tewas, belasan luka-luka, dua di antaranya kritis.
- Evakuasi: Tim gabungan TNI-Polri evakuasi korban dan amankan lokasi bentrokan.
Pemakaman Dua Korban Berlangsung Cepat
Pemakaman Petrus Lena dan Maria Koli dilakukan di pemakaman umum Desa Waiwerang, sekitar pukul 14.00 Wita. Keduanya dimakamkan dalam satu liang lahat atas permintaan keluarga. Kapolres Flores Timur, AKBP I Dewa Made Suarjana, mengonfirmasi prosesi berjalan aman. “Tidak ada gangguan berarti. Kami siagakan personel untuk mencegah eskalasi,” ujarnya.
Satu Korban Belum Dimakamkan, Kondisi Kritis
Korban ketiga, Yohanes Boli (42), masih berjuang di ICU RSUD Larantuka akibat luka bacok di kepala. Tim medis menyatakan kondisinya stabil tapi masih kritis. Keluarga menunggu perkembangan sebelum memutuskan pemakaman. “Kami belum bisa memakamkan karena masih perawatan intensif,” kata salah satu kerabat.
Situasi Keamanan Masih Siaga Darurat
Bentrokan dipicu sengketa lahan perbatasan desa. Sedikitnya 500 warga terlibat. Aparat kepolisian dan TNI masih berjaga di titik rawan. Posko darurat didirikan di halaman Kantor Kecamatan Adonara Timur. “Kami perpanjang status siaga sampai kondisi benar-benar kondusif,” tegas Dandim 1622 Flores Timur, Letkol Inf I Gusti Ngurah Ketut Adnyana. Saksi mata melaporkan suara tembakan peringatan masih terdengar hingga Sabtu pagi.
UPDATE: Tim investigasi Polda NTT tiba di lokasi siang tadi. Identifikasi korban dan pendataan aset terbakar masih berlangsung. Pemerintah Flores Timur juga membuka posko pengaduan. “Kami pastikan proses hukum berjalan, pelaku akan ditindak tegas,” janji Bupati Flores Timur, Antonius Hadjon, dalam pernyataan resmi.
Comments (0)